Pedagang di Pantai Kuta Belum Diizinkan Berjualan

Telah dibukanya pariwisata Bali khususnya untuk wisatawan domestik (wisdom), tidak serta merta membuat aktivitas di Pantai Kuta kembali ramai.

PANTAI KUTA - Kondisi Pantai Kuta dengan lapak pedagang yang masih tutup.           PANTAI KUTA - Kondisi Pantai Kuta dengan lapak pedagang yang masih tutup. PANTAI KUTA - Kondisi Pantai Kuta dengan lapak pedagang yang masih tutup.       PANTAI KUTA - Kondisi Pantai Kuta dengan lapak pedagang yang masih tutup.                                            

Mengupura (bisnisbali.com) Telah dibukanya pariwisata Bali khususnya untuk wisatawan domestik (wisdom), tidak serta merta membuat aktivitas di Pantai Kuta kembali ramai. Pasalnya, para pedagang di pantai yang menjadi salah satu destinasi unggulan ini belum diizinkan berjualan.

Padahal sejak dibukanya kunjungan wisdom 31 Juli 2020, wisdom mulai berdatangan ke sejumlah objek wisata termasuk Pantai Kuta. Namun hingga saat ini area tempat berjualan masih ditutup karena para pedagang masih dilarang untuk berjualan di sepanjang kawasan Pantai Kuta. Hal tersebut lantaran masih dilakukan penataan kepada pedagang. Kondisi ini tentunya sangat disayangkan oleh para pedagang yang menggantungkan hidupnya di Pantai Kuta.

Salah seorang pedagang di Pantai Kuta, Nengah Winarta, saat ditemui, Sabtu (5/9) lalu, mengatakan, pihaknya sangat berharap aktivitas berjualan di Pantai Kuta bisa segera dibuka kembali. “Saya berharap bisa diizinkan berjualan, sehingga mata pencaharian saya sebagai pedagang dapat berjalan,” terangnya. Saat ini dirinya mengaku hanya bisa bersabar dan berusaha mengisi waktu kosong dengan memperbaiki fasilitas lapak tempat berjualan yang sudah lama terbengkalai.

Sementara itu, Bendesa Adat Kuta Wayan Wasista menyampaikan, alasan belum diizinkannya para pedagang berjualan di pantai adalah karena akan dilakukan penataan stan tempat berjualan agar mengikuti standar protokol kesehatan. Penataan area pedagang ini akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Badung.

“Mengingat banyaknya jumlah pedagang dengan kemungkinan risiko penularan yang tinggi, maka aktivitas berjualan di pantai pun belum diizinkan hingga saat ini. Di samping itu juga menunggu penataan,” terangnya.

Berdasarkan data dari pengelola objek wisata di Desa Adat Kuta diketahui ada sekitar 1.168 pedagang yang mengais rezeki di sepanjang kawasan Pantai Kuta. Kendati belum diizinkan untuk berjualan, tak jarang dijumpai para pedagang yang tetap nekad menjajakan dagangannya di kawasan Pantai Kuta karena tuntutan kebutuhan hidup. *wid

BAGIKAN