Pascadibuka, Wisatawan ke DTW Ulun Danu Beratan masih Minim

Dua hari pascadibuka Senin lalu oleh Bupati Tabanan, daya tarik wisata (DTW) Ulun Danu Beratan sudah mulai dikunjungi wisatawan lokal.

LOKAL - Kunjungan wisatawan lokal ke DTW Ulun Danu Beratan pascadibuka kembali

Tabanan (bisnisbali.com) –Dua hari pascadibuka Senin lalu oleh Bupati Tabanan, daya tarik wisata (DTW) Ulun Danu Beratan sudah mulai dikunjungi wisatawan lokal. Berbeda dengan kondisi normal sebelumnya, saat ini DTW yang mengandalkan keindahan danau ini hanya mampu mengantongi kunjungan wisatawan puluhan orang per hari pada masa transisi pandemic covid-19 ini.

Manajer DTW Ulun Danu Beratan, I Wayan Mustika, Rabu (22/7) mengungkapkan, wisatawan lokal sudah mulai berdatangan ke DTW Ulun Danu Beratan sejak dibuka Senin lalu. Imbuhnya, rata-rata jumlah kunjungan wisatawan lokal ini mencapai 50 orang per hari, sangat jauh dari kondisi normal sebelumnya yang bisa mencapai 2.000-an orang per hari.

Terkait itu pula, jelas Mustika, tidak menetapkan jumlah target kunjungan. Sebab kondisi sekarang masih di tengah pandemi, dan yang berkunjung pun baru wisatawan lokal Bali. Selain itu, nantinya jika Bali membuka diri untuk menerima wisatawan mancanegara (wisman) pada 11 September, kemungkinan tidak signifikan akan mendongkrak kunjungan mengingat sejumlah negara asal wisman juga akan bertahap membuka penerbangan ke luar negeri.

Meski begitu pihaknya berupaya terus menggenjot jumlah wisatawan, di antaranya melaksanakan promo seperti paket tiket dengan makan dan minum di restoran yang berlaku sampai akhir Desember 2020, dan promo diskon tiket masuk hingga 20 persen berlaku sampai akhir Agustus 2020.

Di sisi lain, diakuinya, sejak tutup selama empat bulan karena dampak covid-19, DTW Ulun Danau Beratan kehilangan pendapatan hingga Rp12 miliar. Itu diasumsikan dari keuntungan pada kondisi normal lalu yang rata-rata mencapai Rp3 miliar per bulan.

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, sebelumnya di sela-sela pembukaan kembali DTW Ulun Danu Beratan mengungkapkan, dibukanya kembali DTW di bawah pengelola Pemkab Tabanan ini tanpa dibarengi dengan adanya pembatasan jumlah wisatawan di tengah pandemi covid-19 ini. Meski begitu, pihaknya tegaskan setiap DTW harus secara ketat menerapkan protokol kesehatan covid-19, meski sebelumnya sudah mengantongi sertfikat Tatanan Kehidupan Era Baru Bidang Pariwisata.

“Mambatasi atau kuota untuk jumlah pengunjung di kawasan objek belum dilakukan. Sebab, walau sudah buka kembali, kemungkinan tingkat kunjungan wistawan yang datang juga tidak signifikan, karena memang kondisinya belum normal,” tutur Bupati Eka.

Jelas Eka, meski dibuka kembali, DTW ini harus tetap menjalankan protap protokol kesehatan covid-19. Terkait itu, nantinya Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan dan Gugus Tugas intens akan melakukan evaluasi ke kalangan pengelola DTW.

“Jika terjadi pelanggaran, kita wajib tutup. Sebab protap ini penting, karena jika tidak dijaga dan terjadi cluster baru maka akan sulit untuk dihentikan mengingat penyebaran virus ini sangat cepat,” tegasnya. *man

BAGIKAN