Pascacovid-19, Diharapkan Ada Penambahan Perusahaan Bali ”GoPublic”

–Perusahaan di Bali sampai saat ini belum ada lagiyang go public ke bursa.

Denpasar (bisnisbali.com) –Perusahaan di Bali sampai saat ini belum ada lagiyang go public ke bursa. Adanya pandemic covid-19 secara tidak langsung ikut mempengaruhi. Diharapkan setelah kondisi normal pascacovid-19, perusahaan di Bali ada yang IPO di bursa. “Perusahaan di Bali sebenarnya memiliki potensi yangbesar untuk melantai di bursa. Tetapi, sampai saat ini masih lima emiten yangberdomisili Kantor Pusat di Bali,” kata Kepala Kantor BEI Bali Agus Andiyasa di Sanur, Senin (18/5).

Ia mengatakan hingga triwulan I 2020 ini, lima perusahaan yang go public masih PT Bali Towerindo Sentra Tbk, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk, PT Island  Concepts IndonesiaTbk, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk dan PT Nusantara Properti Internasional Tbk.Sementara dari sisi transaksi di tengah covid-19,Agus menyebutkan  masyarakat Bali melakukan transaksi di bursa masih relatif normal di tengah wabah virus corona.Kendati ikut terpengaruh namun jumlah investor mengalami peningkatan sejak awal2020. Pada Januari 2020 jumlah investor saham mencapai 22.285 SID dengan sub rekening efek 26.844 SRE. Jumlah ini meningkat dari Desember 2019 mencapai 21.970 SID dengan 26.412 SRE. Februari 2020 jumlah investor naik menjadi 22.569 SID dengan 27.203 SRE.“Pada Maret 2020 ini menjadi 23.636 SID atau bertumbuh 7,58 persen dari tahun lalu ,” katanya.

Menurutnya adanya virus corona secara tidak langsung pasti ada pengaruh dikarenakan hampir seluruh dunia kena imbas virus Covid-19.Dari sisi data diakui jumlah investor memang meningkat pada triwulan I, tetapirata-rata peningkatan 2 bulan ini agak berkurang dibandingkan rata-rata tiap bulan tahun lalu.Kendati demikian Agus optimis tahun ini tetap meningkat jumlah investor di Bali sesuai target yang ditetapkan.“Dengan adanya wabah Covid-19, kita melakukan edukasi dan sosialisasi setiap harinya melalui media digital seperti IG,Microsoft Teams, Zoom, Webex, dan lainnya. Kami juga menunda event-event besar yang jumlah audiens banyak,” katanya.Ia tidak memungkiri bila transaksi selama pandemic menurun.Secara transaksi nasional mengalami penurunan dikarenakan ketidakpastian keadaaan perekonomian global yang diakibatkan oleh dampak dari wabah Covid 19. Meskidemikian, pasar modal masih menjadi tempat investasi yang menjanjikan, termasuk bagi kalangan pensiunan, guru dan ibu rumah tangga meski dari sisi persenta sebelum  setinggi pegawai swasta.

Pensiunandi era saat ini kendati tidak lagi bekerja namun masih bisa berproduksi dengan berinvestasi saham karena menjadi seorang investor dapat mendatangkan keuntungan.“Dengan berinvestasi di saham maka selama masa pensiun tidak menghadapi kesulitan keuangan,” ujarnya Berdasarkan klasifikasi jenis pekerjaan, jumlahinvestor dari pelajar pada triwulan I 2020 mencapai 20 persen. Investor iburumah tangga masih 2 persen. Sementara jenis pekerjaan lainnya , pengusaha mencapai 12 persen, pegawai negeri 11 persen, guru 1 persen, pensiunan 1persen, pegawai swasta 36 persen dan lainnya 18 persen.Agus menyampaikan pegawai swasta mengalami peningkatan atau terbanyak menjadi investor saham seiring makin gencarnya sosialisasi yang dilakukan BEI Bali dan ketertarikan mereka untuk berinvestasi selain di lembaga keuangan dalam hal ini perbankan. Itu juga menunjukkan inklusi keuangan mereka khususnya di pasar modal lebih banyak.*dik

BAGIKAN