Pasar Pupuan Digelontor Revitalisasi dengan Alokasi Capai Rp 3 M

Bantuan revitalisasi pasar di Kabupaten Tabanan bersumber dari APBN, khususnya dari dana tugas pembantuan (TP) kembali berlanjut.

Tabanan (bisnisbali.com) –Bantuan revitalisasi pasar di Kabupaten Tabanan bersumber dari APBN, khususnya dari dana tugas pembantuan (TP) kembali berlanjut. Tahun ini yang juga ditengah pandemi Covid-19 bantuan revitalisasi pasar ini rencanan dialokasikan ke pasar Pupuan dengan alokasi mencapai Rp 3 miliar dengan pagu fisik Rp 2,7 miliar.

Kabid Perdagangan Disperindag Tabanan, Ni Wayan Primayani, Kamis (18/6) mengungkapkan, tahun ini Tabanan kembali mendapatkan bantuan satu pasar tradisional yang akan didanai dari program revitalisasi. Rencananya, bantuan revitalisasi tersebut akan diarahkan ke pasar Pupuan, karena pasar Pupuan tersebut belum memiliki bangunan permanen sehingga para pedagang yang mencapai 76 an ini berjualan dipedasaran.

“Saat ini prosesnya masih dalam tahap reviu setelah sebelumnya melengkapi 14 aitem persyaratan diajukan ke Irjen Kementrian Perdagangan,” tuturnya.

Prosesnya nanti, ketika persyaratan yang diajukan tersebut sudah lengkap dan sudah benar semua, maka akan diterbitkan catatan hasil reviu (CHR) final dari Irjen Kementrian Perdagangan. Katanya, itulah yang nantinya menjadi acuan untuk kemudian selanjutnya diterbitkan dokumen pelaksanaan anggaran (DIPA). “Saat ini kami baru tahap proses reviu, setelah berhasil mendapatkan CHR final, baru kemudian menunggu DIPA, dan sistem rencana umum pengadaan (SiRUP) oleh kementrian. Baru setelah itu ada, kami baru bisa lakukan lelang,” ujarnya.

Jelas Primayani, dari proses tersebut kemungkinan baru Juli akan memasuki proses lelang dan kemungkinan baru dieksekusi dilapangan atau proses pengerjaan pada September 2020 nanti. Prediksinya, pengerjaan revitalisasi pasar ini maksimal akan memakan waktu hingga 120 hari.

Di sisi lain paparnya, dengan revitalisasi pasar Pupuan, maka saat ini Kabupaten Tabanan total sudah ada enam pasar direvitalisasi yang termasuk katagori pasar tipe D dan tipe C dengan kisaran alokasi Rp 4 miliar-Rp 6 miliar. Yakni, revitalisasi pasar yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) menyasar pasar Penebel, pasar Marga, dan pasar Kediri. Selain itu, ada tiga pasar yang sudah direvitalisasi dari dana APBN, yakni pasar Kediri (bagian belakang), pasar Baturiti, dan pasar Pupuan.

Bercermin dari itu, saat ini pasar tradisional di Tabanan yang belum tersentuh revitalisasi diantaranya pasar Kerambitan, pasar Dauh Pala, pasar Sayur di Baturiti, dan pasar Tabanan. Akuinya, pasar tradisional yang belum tersentuh revitalisasi pasar ini rencana akan diajukan kembali ke pusat untuk dimohonkan pada tahun depan, namun khusus untuk pasar tradisional Tabanan (ada di pusat kota), kecil kemungkinan untuk bisa mengakses revitalisasi pasar dari dana Kementrian Perdagangan. Sebab, membutuhkan dana yang sangat besar, tidak mungkin dibantu dari anggaran Kementrian Perdagangan yang mengalokasikan maksimal Rp 12 miliar.

“Dari perhitungan kami untuk revitalisasi pasar Tabanan ini paling tidak membutuhkan dana hingga Rp 150 miliar. Dana sebesar itu harus diakses melalui Kementrian PUPR,”kilahnya.*man

BAGIKAN