Pasar Padangsambian Ditutup, 286 Pedagang Ikuti Tes Rapid dan Swab  

Pasar yang menjadi klaster penyebaran Covid-19 terus dipantau aktivitasnya.

RAPID-Susana kegiatan rapid dan swab tes yang dilakukan terhadap para pedagang di Pasar Padangsambian.

Denpasar (bisnisbali.com)-Pasar yang menjadi klaster penyebaran Covid-19 terus dipantau aktivitasnya. Setelah sebelumnya menyasar pedagang di beberapa pasar, Jumat (26/6)  tes rapid dan swab kembali dilakukan kepada 286 Pedagang Pasar Desa Adat Padangsambian, setelah salah seorang pedagang dinyatakan positif Covid-19. Plt. Kepala Kelurahan Padangsambian, Luh Sri Uma Saraswati mengatakan langkah ini dilakukan tidak terlepas dari adanya  salah satu pedagang di pasar setempat positif Covid-19.

“Dari konfirmasi ini kami mengusulkan pada GTPP Covid-19 Denpasar untuk melakukan tes rapid dan swab kepada pedagang di pasar,” ujarnya.

Dari total jumlah pedagang yang di tes terdapat 229 orang mengikuti tes rapid dengan hasil 202 non reaktif dan 27 orang reaktif. Selanjutnya 27 pedagang reaktif mengikuti tes swab secara langsung bersama 15 orang anggota keluarga dan 42 pedagang yang berada pada radius 10 meter dari pedagang yang dinyatakan positif Covid-19. “Seluruh pedagang yang dinyatakan reaktif dan mengikuti tes swab diwajibkan melaksnakan isolasi mandiri sambil menunggu hasil swab, serta langkah antisipasi juga pasar ditutup selama tiga hari mulai tanggal 26 Juni,” ujarnya

Dikatakannya, antisipasi ini juga menjadi komitmen para pengelola pasar dan kelurahan untuk melakukan tes kepada seluruh pedagang. Langkah cepat ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan bersama dan selalu taat pada protokol kesehatan di dalam pasar tradisional. “Kepada masyarakat pengunjung juga selalu disosialisasikan kepada pengelola pasar dan kami selaku pihak kelurahan mengimbau agar masyarakat selalu menggunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan,” imbuhnya. *wid

BAGIKAN