Pasar Hadapi Resesi, Perajin Mesti Bertahan

Secara global, dunia sedang menghadapi resesi ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19.

PERAJIN - Dalam masa pandemi Covid-19, para perajin bisa membuat sampel produk baru untuk ditawarkan kepada pasar.          

Gianyar (bisnisbali.com) –Secara global, dunia sedang menghadapi resesi ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19. Ketua Kadin Gianyar, Wayan Gede Arsania, Selasa (22/9) mengatakan para perajin, pengusaha, dan eksportir diminta bertahan dalam kondisi pandemi Covid-19.

Diungkapkannya, produksi dan pemasaran produk kerajinan di Gianyar termasuk di Bali selama ini sangat tergantung dengan kondisi pariwisata. Ketika pariwisata menurun, praktis permintaan produk kerajinan akan menurun.

Ia menjelaskan saat ini perajin, pengusaha dan eksportir hanya bisa bertahan sambil menunggu kondisi resesi dunia berakhir. Resesi ekonomi 2020 sebagai akibat pandemi Covid-19 yang berlangsung lama.  Arsania memaparkan akibat pandemi Covid-19 banyak negara yang melarang warganya untuk bepergian ke luar negeri. Ini makin memeprsulit pemulihan pariwisata Bali dalam jangka pendek.

Lebih lanjut dikatakannya, pasar mancanegara dan pasar domestik memandang produk kerajinan sebagai bagian kebutuhan tersier. Sementara masyarakat maupun wisatawan saat ini masih fokus pada pemenuhan kebutuhan primer dan sekunder.

Menurutnya, pelaku usaha di bidang kerajinan mesti bertahan tanpa mesti meninggalkan sektor kerajinan. Ini diikuiti dengan upaya membaca peluang pasar. Wayan Gede Arsania menambahkan dalam masa pandemi Covid-19, pengusaha dan perajin bisa berinovasi membuat model-model kerajinan baru. “Ketika kondisi resesi pulih dan pandemi Covid-19 berakhir, pengusaha dan perajin sudah memiliki sempel-sempel sesuai dengan kebutuhan pasar,” ucapnya. *kup

BAGIKAN