Panudiana Kuhn, Bali Zona Hijau

PANDEMI Covid-19 tidak hanya menurunkan sektor pariwisata, melainkan juga berimbas pada ekspor dan pertanian.

PANDEMI Covid-19 tidak hanya menurunkan sektor pariwisata, melainkan juga berimbas pada ekspor dan pertanian. Oleh karena itu, Ketua DPD Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Provinsi Bali  Panudiana Kuhn mendukung sepenuhnya program mewujudkan Bali menjadi zona hijau sehingga pariwisata bisa dibuka untuk wisatawan mancanegara.

Diungkapkannya, ekonomi Bali mesti bangkit dalam masa pandemi Covid-19. Ini hanya bisa dilakukan jika pariwisata Bali dibuka untuk pasar mancanegara. Untuk membuka pasar mancanegara, Bali wajib masuk dalam zona hijau. Untuk itu, semua masyarakat di Bali mesti mengikuti program vaksinasi, termasuk orang asing dan penduduk pendatang. Program vaksinasi targetnya 70 persen  dari jumlah penduduk Bali.

Diakuinya, sektor ekspor juga mengalami penurunan akibat kendala penerbangan dan banyak negara yang menerapkan kebijakan lockdown. Praktis permintaan barang ekspor menurun karena banyak toko di negara pasar yang masih tutup. “Sepanjang ada permintaan, GPEI bersama asosiasi Asephi, API  dan ALFI akan mendorong peningkatan ekspor Bali,” ucapnya.

Kegiatan vaksinasi Covid-19 menyasar seluruh komponen masyarakat Bali termasuk pelaku pariwisata dan pelaku ekspor merupakan salah satu upaya pemerintah guna mempercepat pemulihan ekonomi Bali. Ini dalam upaya mendukung sektor pariwisata agar segera bangkit. Program vaksinasi ini tentunya menyesuaikan dengan ketersediaan vaksin. “Kami harappan pemerintah pusat bisa memberikan prioritas vaksin sebagai upaya terbaik untuk pemulihan ekonomi Bali,” katanya.

Menurut Dewan Pembina Apindo Bali ini, ketika Pulau Dewata masuk zona hijau, sektor pariwisata akan bergeliat dengan dibukanya pasar pariwisata. Permintaan produk UMKM dan kegiatan ekspor juga akan mengalami peningkatan. *kup

BAGIKAN