Pantai Yeh Gangga Dilengkapi Penangkaran Tukik

Di tengah pandemi Covid-19, sejumlah desa adat di Kabupaten Tabanan terus berinovasi guna menggerakkan ekonomi desa, sekaligus untuk meningkatan pendapatan bagi desa adat.

PENANGKARAN – Proses pembuatan tempat penangkaran tukik di Pantai Yeh Gangga.

Tabanan (bisnisbali.com) – Di tengah pandemi Covid-19, sejumlah desa adat di Kabupaten Tabanan terus berinovasi guna menggerakkan ekonomi desa, sekaligus untuk meningkatan pendapatan bagi desa adat. Seperti dilakukan Desa Adat Yeh Gangga yang telah merancang kolam penangkaran tukik yang sekaligus jadi pelengkap wahana wisata di Daya Tarik Wisata (DTW) Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan.

Bendesa Adat Yeh Gangga, I Ketut Dolia, Minggu (18/10) kemarin, mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah merancang pembuatan objek wisata baru untuk melengkapi wahana atau hiburan yang sudah ada selama ini. Objek wisata baru ini berupa penangkaran tukik. Potensi tersebut di Yeh Gangga cukup besar terutama dari tangkapan sejumlah nelayan yang tidak sengaja menangkap tukik karena tersangkut di jaring pada saat menangkap ikan.

“Dari tukik yang tidak sengaja terjaring oleh nelayan ini nantinya akan dilakukan konservasi atau perawatan terlebih dahulu, untuk kemudian kembali dilepasliarkan ke alam bebas,” tuturnya.

Kata Dolia, penangkaran tukik sebelumnya memang sudah pernah dibuatkan tempat, namun tidak permanen sehingga hasilnya tidak maksimal. Saat ini penangkaran tukik dicoba dibuat permanen sehingga selain untuk konservasi, upaya ini bertujuan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan ke desa adat.

Harapannya, masyarakat Tabanan yang ingin berwisata untuk melihat tukik atau penyu yang sebelumnya harus datang ke Denpasar, maka dengan adanya penangkaran tukik di Pantai Yeh Gangga ini, masyarakat tidak perlu jauh-jauh lagi ke Denpasar. Tinggal datang ke Pantai Yeh Gangga dengan membayar parkir Rp 2.000, maka masyarakat sudah bisa melihat penangkaran tukik. Selain itu, dengan membayar donasi, wisatawan juga bisa melakukan pelepasan tukik ke alam bebas (pantai). “Wisatawan juga bisa menikmati wahana yang sudah ada sebelumnya di antaranya, surfing, mejukungan, wahana perahu bebek, dan kuliner,” paparnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, saat ini tempat penangkaran tukik ini sedang dalam proses pembuatan dengan sumber dana dari desa adat. Lokasinya di kawasan Pantai Yeh Gangga, tepatnya di sebelah Yeh Gangga Beach Club dan kemungkinan proses pembuatan akan berlangsung hingga Desember nanti. Diprediksi wahana ini baru bisa dioperasikan pada Januari 2021.

“Penangkaran tukik ini akan dibuatkan empat kolam. Selain itu, ada juga tempat penetasan telur penyu di tiga titik. Kapasitas kolam tukik ini akan bisa menampung 5 ribuan ekor,” katanya. *man

BAGIKAN