Panitia HUT Ke-35 LPD Bali Dibubarkan, Penyelenggaraan Sukses, Promosikan 6 Desa Wisata di Bangli

Setelah serangkaian HUT ke-35 LPD Bali telah berakhir, panitia penyelenggaraan HUT dibubarkan pada Sabtu (14/12).

SERAHKAN LPJ- Ketua Panita sekaligus Ketua BKS-LPD Bangli I Ketut Sudana (kanan)  menyerahkan laporan pertangungjawaban (LPJ) kepada Ketua BKS-LPD Bali Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si.

Bangli (bisnisbali.com) –Setelah serangkaian HUT ke-35 LPD Bali telah berakhir, panitia penyelenggaraan HUT dibubarkan pada Sabtu (14/12). Pembubaran panitia yang mengambil tempat di Pura Taman Pecampuhan, Desa Adat Sala, Susut, Bangli ini sekaligus melaporkan hasil pertanggungjawaban selama HUT berlangsung.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Badan Kerja Sama (BKS) LPD Bali,  Kepala Lembaga Pemberdayaan (LP)  LPD Bali, pengurus BKS-LPD kabupaten/kota, Bendesa Adat Sala, serta panitia penyelengaraan HUT ke-35 LPD Bali.  Kegiatan pembubaran panitia sekaligus laporan pertanggungjawaban diakhiri dengan acara melukat dan sembahyang bersama.

Ketua BKS-LPD Kabupaten Bangli sekaligus Ketua Panitia HUT ke-35 LPD Bali, I Ketut Sudana dalam laporannya mengatakan, serangkaian perayaan HUT ke-35 LPD Bali sudah dilaksanakan sejak Oktober lalu dengan penyelenggaraan 12 kegiatan besar. Diawali dengan mejaya-jaya 12 Oktober lalu hingga pada Sabtu lalu kegiatan pelaporan ditutup dengan melukat bersama.

Kegiatan yang dilaksanakan serangakaiat HUT ke-35 LPD Bali berkonsepkan atas Tri Hita Karana, mulai dari persembahyangan (hubungan manusia dengan Tuhan), kegiatan sosial (hubungan manusia dengan manusia)  dan kegiatan penaman pohon serta penebaran benih ikan untuk kelestarian lingkungan (hubungan manusia dengan alam).
Serangkaian kegiatan yang berlangsung kurang lebih 2 bulan ini turut mempromosikan 6 desa wisata dan desa adat di wilayah Kabupaten Bangli. “Kami berupaya menggelar tiap kegiatan di desa adat yang berbeda,  sehingga turut memperkenalkan potensi desa adat terlebih lagi desa wisata,” ungkapnya.

Ketua BKS-LPD Bali Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si, menyampaikan terima kasih kepada panitia atas terselenggaranya berbagai kegiatan yang sudah sesui rencana. Pihaknya juga mengapresiasi persatuan dan kebersamaan LPD di Bangli sehingga sukses dalam penyelenggaraan kegiatan ini. “Harapan persatuan dan kebersamaan tetap dijaga sehingga LPD mampu jadi tumpuan perekonomian desa adat,” terangnya.

Disinggung soal evaluasi, Cendikiawan mengatakan evaluasi akan dilakukan, namun secara lebih komplek evaluasi akan dilakukan nanti setelah putaran perayaan HUT di masing-masing kabupaten/kota usai. “Ini sudah putaran ke-8, setelah putaran ke-9 yang tahun selanjutnya diselenggarakan di Kabupaten Badung, baru akan ada evaluasi sesuai keadaan terutama dalam meningkatkam perekonomian desa adat,” ungkapnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Sala I Ketut Kayana yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, terima kasih kepada BKS-LPD yang telah mengambil tempat di Pura Taman Pecampuhan. Hal ini tentunya turut membantu mempromosikan keberadaan Pura Taman Campuhan serta Desa Adat Sala. Demikian Ketut Kayana mengapresiasi kegiatan LPD yang dalam kesempatan tersebut ikut menyaksikan kegiatan laporan pertanggungjawaban.  “LPD sangat luar biasa. Seperti inilah seharusnya lembaga adat di Bali.  Kedepannya kami berharap lembaga lain juga mau mengambil ke desa-desa seperti ini,” ungkapnya.  *wid

BAGIKAN