Pangdam IX/Udayana Bersama Bupati Gianyar Tanam Padi Demplot Ketahanan Pangan

Pangdam IX /Udayana Mayor Jenderal TNI Kurnia Dewantara bersama Bupati Gianyar Made Mahayastra, melaksanakan kegiatan penanaman padi demplot ketahanan pangan, dengan Bravo Lima dan Talitha Group di Subak Gelulung dan Taman Bali Desa Sidan, Selasa (30/6).

PADI-Pangdam IX/Udayana Bersama Bupati Gianyar tanam Padi Demplot Ketahanan Pangan di Subak Gelulung Desa Sidan Gianyar.

Gianyar (bisnisbali.com) –Pangdam IX /Udayana Mayor Jenderal TNI Kurnia Dewantara bersama Bupati Gianyar Made Mahayastra, melaksanakan kegiatan penanaman padi demplot ketahanan pangan, dengan Bravo Lima dan Talitha Group di Subak Gelulung dan Taman Bali Desa Sidan, Selasa (30/6).

Bupati Gianyar Made Mahayastra mengatakan Gianyar merupakan salah satu kabupaten yang bisa memberikan kontribusi positif pertumbuhan ekonomi di Bali sampai di hati masyarakat. Terkait di bidang pertanian, Bupati Mahayastra berterima kasih pada pihak TNI khususnya Kodim 1616/Gianyar, karena telah bersama-sama membantu menjaga ketahanan pangan di Gianyar. “Gianyar surplus 40 ribu ton dan tetap bisa kita pertahankan karena dari luas lahan yang ada di Gianyar dan kita bisa 2 kali panen dalam setahun,” kata Bupati Mahayastra.

Bahkan Bupati Mahayastra menegaskan, saat ini Kabupaten Gianyar telah memiliki  Perda tentang Perlindungan Lahan Pertanian dan Pangan Berkelanjutan (LP2B). Ini adalah kewajiban pemerintah untuk melindungi pertanian di Gianyar.

Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Kurnia Dewantara pada kesempatan tersebut mengatakan  merasa bangga dapat langsung ke Gianyar di awal masa tugas setelah dilantik beberapa waktu lalu. Menurutnya, menjaga ketahanan pangan merupakan tugas bersama. Apalagi situasi pandemi ini tidak diketahui kapan akan berakhir, sedangkan kehidupan terus akan berjalan. Sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan, secara perlahan-lahan semua aspek ekonomi akan dibuka dan tentu saja tetap dengan protokol kesehatan.

Sementara itu Perbekel  Desa Sidan I Made Sukra Suyasa, menjelaskan di subak Gelulung  Banjar Blahpane luas lahan yang dikerjasamakan saat ini seluas 60 hektar, tapi yang baru digarap demplot dengan Bravo Lima dan Talitha baru seluas 2 hektar. Dimana dari luas tersebut  1 hektar digunakan dengan bibit ciherang dan 1 hektar lagi ditanami bibit cigeulis. Made Sukra Suyasa juga berterima kasih dengan kerjasama ini karena mayoritas warganya adalah petani, untuk ketahanan pangan di daerahnya. *kup

BAGIKAN