Pandemi, UMKM di Tabanan Bertambah

Di tengah pandemi Covid-19, pertumbuhan UMKM di Kabupaten Tabanan justru mengalami pertumbuhan.

Tabanan (bisnisbali.com) –Di tengah pandemi Covid-19, pertumbuhan UMKM di Kabupaten Tabanan justru mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan tersebut khususnya di sektor usaha kecil yang disumbang oleh pekerja sektor pariwisata yang di tengah pandemi Covid-19 ini mengalami PHK atau dirumahkan oleh perusahaan tempat bekerja sebelumnya.

“Pertumbuhan ini didongkrak oleh dampak pandemi yang membuat sejumlah pekerja di sektor pariwisata menjadi dirumahkan atau di PHK oleh perusahaan, sehingga mereka beralih ke sektor usaha lain untuk memenuhi kebutuhan ekonomi kelaurga saat ini,” tutur Kepala Dinas Koperasi (Diskop) dan UKM Kabupaten Tabanan, I Wayan Yasa, Jumat (4/9) kemarin.

Saat ini Diskop Tabanan mencatat ada 43.000 UMKM. Angka tersebut naik 1 hingga 2 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Menurutnya, peningkatan tersebut sebagian besar disumbang oleh UMKM yang bergerak di sektor kuliner dan masker.

“Kini, terlebih lagi adanya program ASN peduli di Kabupaten Tabanan yang membantu menyerap hasil produk dari kalangan UMKM, sehingga memberi andil juga pada pertumbuhan usaha kecil di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya.

Terkait itu pula menggairahkan pertumbuhan usaha kecil ini pihaknya tetap mengusahakan dengan pendamping hingga membantu pelaku usaha kecil ini dalam mengakses permodalan, baik dari Provinsi Bali maupun pemerintah pusat. Selain itu, juga dibantu juga dengan akses permodalan atau stimulus dari kalangan lembaga perbankan. “Kami berusaha mendampingi, membantu kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha kecil ini,” tandasnya.

Sementara itu, Gede Sujana salah satu pelaku usaha kecil yang juga mantan karyawan hotel ini mengungkapkan, di tengah pandemi Covid-19 mencoba untuk berjualan kuliner secara online. Upaya tersebut dilakukan untuk bisa tetap mampu menopang kebutuhan ekonomi keluarga.

“Buat apa gengsi, semasih bisa ambil, ya diambil.  Mumpung masih muda, jadi nambah pengalaman sekaligus pendapatan,” jelasnya.

Diungkapkannya, dengan berjualan kuliner pihaknya mampu mengantongi omzet rata-rata ratusan ribu sampai jutaan rupiah, tergantung banyaknya transaksi. Penjualan secara online dipilih karena memang sangat efektif untuk menarik konsumen, namun cara ini minim biaya promosi. *man  

BAGIKAN