Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Perolehan Laba LPD di Tabanan

Pandemi Covid-19 tak berdampak signifikan pada kinerja lembaga perkreditan desa (LPD) di Kabupaten Tabanan.

Tabanan (bisnisbali.com) –Pandemi Covid-19 tak berdampak signifikan pada kinerja lembaga perkreditan desa (LPD) di Kabupaten Tabanan. Itu terbukti salah satunya dari perkembangan perolehan laba LPD di Tabanan yang tercatat mencapai 307 unit masih cenderung alami peningkatan tipis setiap bulannya pada periode Januari-Juli 2020.

Sesuai data Lembaga Pemberdayaan (LP) LPD Tabanan, pada tahun 2020 jumlah LPD di Kabupaten Tabanan tercatat mencapai 307 unit berada di 348 desa adat se-Kabupaten Tabanan. Total jumlah pegawai mencapai 1.193 orang. Dari jumlah LPD tersebut, perolehan laba yang berhasil dikantongi LPD selama pandemi Covid-19 ini mencapai Rp 23.905.759.000 pada Juli 2020.

Koordinator LP LPD Tabanan, Dewa Alit Astina, Rabu (7/10) kemarin, mengungkapkan, pencapaian di Juli tersebut mengalami tren peningkatan dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Yakni, Januari perolehan laba mencapai Rp 11.093.054.000, Februari Rp 11.739.858.000, Maret yang merupakan awal masa pandemi Covid-19 perolehan laba Rp 13.976.881.000, April perolehan laba naik menjadi Rp 15.224.399.000, Mei Rp 17.516.383.000, dan Juni Rp 20.934.508.000. Sementara, untuk total aset LPD pada Januari mencapai Rp 1.870.435.824.000, Februari Rp 1.870.420.866.000, Maret Rp 1.895.506.099.000, April Rp 1.908.102.461.000, Mei Rp 1.906.853.832.000, Juni Rp 1.913.531.677.000, dan Juli Rp 1.909.160.666.000.

Menurutnya, pandemi Covid-19 memang berpengaruh pada kinerja LPD di Kabupaten Tabanan sekarang ini. Namun, jika melihat perkembangan dari bulan ke bulan ketika pandemi ini mulai terjadi hingga kini, dampak yang ditimbulkan tidak terlalu signifikan. Itu tercermin dari perolehan laba yang masih cenderung meningkat tahun ini. “Sejak mulai pandemi Covid-19 perolehan laba LPD se kabupaten Tabanan memang masih ada kecenderungan meningkat hingga saat ini,” tuturnya.

Meski tren laba ini meningkat, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu khususnya Juli 2019, perolehan laba tahun ini kondisinya menurun. Sebab, Juli 2019 lalu perolehan laba LPD se Kabupaten Tabanan ini mampu mengantongi hingga Rp 32.598.692.000.

Terjaganya likuiditas LPD di Tabanan di tengah pandemi Covid-19 disebabkan karena penarikan maupun setoran dana tabungan maupun deposito dari nasabah masih normal, bahkan ada sejumlah LPD yang justru dana pihak ketiga (DPK) meningkat saat ini. Dia mengakui, saat ini hanya untuk pembayaran kredit dari nasabah yang agak berdampak seiring dengan kondisi turunnya daya beli atau pendapatan usaha. “Namun untuk permasalahan pembayaran kredit ini belum sampai mengakibatkan LPD yang ada di Tabanan ini sakit,” tegasnya.

Sebab menurutnya, permasalahan kredit ini oleh sejumlah LPD di Kabupaten Tabanan disikapi dengan memberikan kemudahan pembayaran bagi nasabah melalui program relaksasi. Perlakuan tersebut khususnya diberikan pada sejumlah LPD yang memiliki aset besar atau di atas Rp 5 miliar.*man

BAGIKAN