Pandemi Covid-19, Kredit BPR Sasar Sektor Kuliner

Pandemi Covid-19 sangat berimbas terhadap sektor pariwisata. Hal ini membuat Bank Perkreditan Rakyat (BPR) menyasar sektor kuliner dan lebih selektif menyalurkan kredit.

BPR - BPR melayani sektor UMKM.

Gianyar (bisnisbali.com)Pandemi Covid-19 sangat berimbas terhadap sektor pariwisata. Hal ini membuat Bank Perkreditan Rakyat (BPR) menyasar sektor kuliner dan lebih selektif menyalurkan kredit. Kredit yang disalurkan lebih banyak kredit produktif.

Direktur Utama PD  BPR Werdhi Sedana, Nyoman Suparsa Widana, mengatakan hal itu di Gianyar, Jumat (23/10) kemarin. Ia menjelaskan, hasil koordinasi dengan penjamin kredit seperti Jamkrida  BPR memang diarahkan menyalurkan kredit produktif. “BPR selektif salurkan kredit dengan prioritas kredit produktif,” ucapnya.

Dipaparkannya, kredit produktif lebih banyak ditawarkan ke sektor kukiner. Kredit sektor kuliner ini dalam arti luas. Sektor kuliner ini juga termasuk para pedagang pasar dengan produk sembako. Ini termasuk produk kuliner yang ditawarkan melalui warung, rumah makan  dan penjual kuliner secara online.

Ia mencontohkan pedagang kuliner babi guling. Besaran kredit yang disalurkan  sampai Rp 25 juta. Dalam masa pandemi, masyarakat masih fokus pada pemenuhan kebutuhan pokok sehingga usaha yang menjual kebutuhan pokok termasuk kuliner sangat dibutuhkan masyarakat.

Nyoman Suparsa Widana mengakui BPR masih fokus menggarap sektor UMKM. Ini terbukti UMKM sangat eksis di tengah pandemi Covid-19. “Terbukti saat pandemi Covid-19, amprahan kredit dari sektor UMKM cukup banyak ,” jelasnya seraya meyakinkan walaupun dalam kondisi sulit, BPR tetap menyalurkan kredit. Inilah peran BPR untuk membantu menggerakkan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Sementara itu, Sekretaris DPD Perbarindo  Bali Made Suarja mengungkapkan, dalam era baru BPR merangkul masyarakat dan membina UMKM untuk membangkitkan usaha sehingga ekonomi Bali kembali tumbuh.  Wisatawan diharapkan membeli produk UMKM dan kuliner di Bali guna menggerakkan ekonomi Bali.

Ia selalu mengajak seluruh UMKM di Bali untuk bangkit dengan menerapkan protokol kesehatan. Bisnis tidak boleh berhenti karena Covid-19. Untuk itu, UMKM mesti bangkit berinovasi mengembangkan usaha.

Made Suarja menambahkan, BPR akan selalu berada di tengah masyarakat dan terus dekat dengan sektor UMKM. BPR tidak hanya akan menyalurkan bantuan permodalan melainkan juga memberikan motivasi kepada masyarakat dan sektor UMKM agar bangkit dan mengembangkan usaha. *kup

BAGIKAN