Pameran Virtual untuk Pertahankan Branding

Berbagai upaya dilakukan untuk memulihkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19, termasuk pameran produk Industri Kecil Menengah (IKM) atau Usaha Kecil Menengah (UKM) secara virtual.

PAMERAN - Pelaksanaan pameran secara virtual di Denpasar.

Denpasar (bisnisbali.com) –Berbagai upaya dilakukan untuk memulihkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19, termasuk pameran produk Industri Kecil Menengah (IKM) atau Usaha Kecil Menengah (UKM) secara virtual. Meski penjualan tidak sebesar pameran yang digelar secara offline seperti sebelum pandemi, pelaksanaan pameran yang lebih memanfaatkan sistem dalam jaringan ini mampu mempertahankan branding produk IKM/UKM.

Salah seorang seorang pelaku IKM, Ida Ayu Harmaita Wijayanthi, saat ditemui dalam sebuah pameran virtual di Denpasar, Rabu (4/11), mengatakan mengikuti berbagai pameran secara virtual dan pemasaran daring menjadi keharusan saat ini. Hal ini sebagai upaya mempertahankan branding produk yang dimiliki, di samping mempromosikan produk ke pasar yang lebih luas. “Jika berbicara soal pendapatan memang kurang dibandingkan pemeran biasa sebelum pandemi. Namun, dilihat dari promosi, pemeran online (virtual) sangat bagus terutama untuk menjaga branding kita,” ungkapnya.

Menurutnya, ada beberapa hal yang menjadi kendala pemeran virtual, seperti belum banyak masyarakat yang yakin dengan pembelian produk secara daring serta kemampuan masyarakat untuk membeli produk secara daring belum optimal. Namun, di tengah pandemi Covid-19 ini pihaknya harus tetap beralih ke daring. Dia mengaku saat ini lebih gencar melakukan promosi melalui media sosial, marketplace termasuk mengikuti pameran virtual yang diselenggarakan oleh pemerintah ataupun instansi lainnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh pelaku IKM lainnya, Rhea Cempaka. Dia mengatakan pameran di tengah pandemi Covid-19 saat ini sangat berbeda dibandingkan sebelumnya. Selain lebih ke pameran virtual, menerapkan protokol kesehatan juga menjadi hal yang wajib dilakukan.

Rhea mengaku saat ini gencar mengikuti semua promosi yang ada termasuk pameran. Berbeda dengan sebelumnya yang memilih tempat pameran yang berpotensi mendatangkan banyak pembeli. “Kalau sekarang semua diikuti, baik offline maupun online. Daripada diam di toko belum tentu ada pengunjung. Ini juga menunjukan kalau usaha kita masih tetap eksis dengan menawarkan produk-produk terjangkau dan sesuai kondisi pasar saat ini,” imbuhnya. *wid

BAGIKAN