Pameran Industri Logam dan Mesin “Petinget Rahina Tumpek Landep” kembali Digelar

Pameran Industri Logam dan Mesin Petinget Rahina Tumpek Landep kembali digelar Pemkot Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar yang berlangsung pada 23-26 November 2019.

PAMERAN - Pembukaan pameran industri logam dan mesin ditandai dengan pembukaan keris oleh Kepala Disperindag Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari.  

Denpasar (bisnisbali.com) –Pameran Industri Logam dan Mesin Petinget Rahina Tumpek Landep kembali digelar Pemkot Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar yang berlangsung pada 23-26 November 2019. Dengan mengambil tempat di depan Museun Bali, pameran yang rutin digelar setiap 6 bulan sekali jelang rahina Tumpek Landep ini diikuti oleh 95 orang peserta.

Pada acara pembukaan pameran yang digelar, Sabtu (23/11) lalu, Ketua Panitia sekaligus Kepala Bidang Industri Logam Mesin, Elektronika Telematika dan Agro, Jarot Agung Iswahyudi mengatakan, kegiatan ini mengangkat tema “Pemajuan Kota Budaya dan Peningkatan Industri Kreatif”. Dikatakannya tujuan dari kegiatan ini selain memotivasi para perajin khususnya pande besi dan emas/perak dalam meningkatkan produktivitas dan kreativitasnya juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang makna hari Tumpek Landep sebagai motor penggerak teknologi di Bali. Tujuan lainnya yaitu mengembangkan Kota Denpasar sebagai jembatan peradaban skala lokal,  nasional bahkan dunia melalui industri logam dan mesin.

“Peserta dalam kegiatan tahun ini sebanyak 95 orang yang terdiri dari 35 orang sebagai peserta bursa keris,  52 orang peserta pameran produk pande besi, motor, emas/perak dan kerajinan lainnya,  serta 8 orang peserta pameran kuliner. Pameran ini menyediakan fasilitas 44 stan ukuran 3×3 meter,” katanya.

Dalam kegiatan ini juga digelar pameran keris di dalam Gedung Museum Bali yang menampilkan keris milik kolektor, tokoh masyarakat, puri, griya dan komunitas lainnya dengan jumlah kurang lebih 150 keris. Pameran keris ini didukung oleh Komunitas Setyaki, pemerhati dan pecinta keris di Denpasar dan dari luar Denpasar.

Kepala Disperindag Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari mengatakan, dalam kegiatan ini Denpasar berupaya menjembatani pemerhati keris baik itu lokal, nasional bahkan internasional untuk hadir bersama memperkenalkan berbagai jenis keris yang dimiliki dengan ciri khas masing-masing.  Selain perajin lokal Bali peserta dalam pameran ini juga berasal dari berbagai daerah, seperti Lombok, Malang, Surabaya,  Yogyakarta dan sebagainya.

Melalui kegiatan ini, Sri Utari berharap dapat memudahkan masyarakat untuk menemukan dan mengenal keris dari setiap daerah yang memiliki ciri khas masing-masing. “Ke depan, kami juga berharap kegiatan ini lebih didukung oleh para pemerhati keris dan industri keris, sehingga makin banyak keris yang bisa dikenalkan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ketua Forum Komunikasi Peguyuban Etnis Nusantara, AA Bagus Ngurah Agung  mengucapkan terimakasih kepada Pemkot Denpasar yang telah konsisten melaksanakan pameran keris ini, sekaligus pembinaan terhadap kerajinan logam. “Di sini, menjadi tempat berkumpulnya para penggemar keris,” imbuhnya. *adv

BAGIKAN