Pameran Bali Bangkit Catatkan Transaksi Ratusan Juta

Pameran Bali Bangkit yang menjadi salah satu upaya untuk menggeliatkan UMKM di tengah pandemi Covid-19 telah mencatat transaksi per 12 Desember lalu mencapai Rp 601 juta.

Denpasar (bisnisbali.com)-Pameran Bali Bangkit yang menjadi salah satu upaya untuk menggeliatkan UMKM di tengah pandemi Covid-19 telah mencatat transaksi per 12 Desember lalu mencapai Rp 601 juta. Pameran yang digelar secara hybrid (offline dan online) ini diharapkan mampu mendorong geliat UMKM dan berdampak pada pertumbuhan perekonomian Bali.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali, I Wayan Jarta saat ditemui, Senin (14/12), mengatakan, jumlah transaksi tersebut cukup fantastis di tengah lemahnya perekonomian saat ini. Dirinya mengaku jumlah ini di luar dugaan yang ternyata menunjukkan antusiasme masyarakat masih tetap tinggi untuk bertransaksi.

“Kami dapatkan informasi bahwa pengunjung cukup puas dengan pelaksanaan pameran ini karena produk yang ditawarkan berkualitas dan masing-masing peserta menampilkan keunggulan dan ciri khas produknya. Dengan satu harga karena sistemnya offline dan online, sehingga tidak perlu tawar menawar lagi,” ungkapnya.

Menurutnya dengan baiknya respons masyarakat serta jumlah transaksi yang sangat memuaskan ini, menunjukkan sudah ada geliat UMKM di tengah pandemi. Dengan itu pihaknya mendorong pelaku UMKM untuk terus berinovasi menciptakan produk-produk menarik. Serta yang terpenting adalah beradaptasi di masa pandemi ini seperti pemasaran produk secara online serta transaksi non tunai.

“Dengan pameran yang digelar hybrid, secara tidak langsung kita mengajarkan mereka (pelaku UMKM) untuk beradaptasi di masa pandemi ini. Mulai dari pemasaran online dan pembayaran non tunai,” ungkapnya.

Terkait protokol kesehatan (prokes), Jarta mengakui, pihaknya tentu sangat memperhatikan hal tersebut. Dalam Pameran Bali Bangkit para pengunjung pun dibatasi, wajib masker, pengecekan suhu tubuh serta penerapan prokes lainnya.

Jarta menambahkan, UMKM memamg jadi harapan di tengah pandemi Covid-19. UMKM berpotensi besar untuk terus bergerak. Maka dari itu, berbagai upaya dilakukan, seperti pameran yang digelar secara hybrid, mendorong pelaku UMKM untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk serta rutin melakukan webinar dan diskusi dengan pihak luar negeri untuk melihat berbagai peluang ekspor yang ada. *wid

BAGIKAN