Paket WFB Mulai Ditawarkan dengan Prokes Ketat

Program Work From Bali (WFB) yang digagas Kemenko Maritim dan Investasi jadi harapan bagi pariwisata untuk bangkit.

TAWARKAN WFB - Salah satu aktivitas wisatawan di Bali. Sejumlah hotel di Bali mulai menawarkan program WFB.

Denpasar (bisnisbali.com) –Program Work From Bali (WFB) yang digagas Kemenko Maritim dan Investasi jadi harapan bagi pariwisata untuk bangkit. Menyambut program tersebut, sejumlah paket menginap mulai ditawarkan oleh hotel-hotel di Bali. Meski belum banyak respons yang didapatkan.

Mulai dari diskon harga hingga aktivitas menarik jadi nilai jual yang ditawarkan pada program dengan sasaran wisatawan domestik ini. Salah seorang pengelola resort di kawasan Mambal, Badung I Wayan Sumandiana, Kamis (3/6) kemarin, mengatakan, paket-paket WFB sudah mulai ditawarkan meski belum mendapatkan respons hingga saat ini.

General Manager Furama Exclusif Resort and Villa ini, mengatakan, di Furana Ubud sendiri paket yang ditawarkan lebih kepada paket menginap dengan pilihan mingguan atau bulanan. Harga yang ditawarkan dari paket ini jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan menginap harian. “Harga dimulai dari Rp2,4 juta per minggu,” ungkapnya.

Dari pengambilan paket tersebut, Sumandia mengatakan beberapa fasilitas akan didapatkan. Seperti akses internet, print document secara gratis, laundry gratis, aktivitas bersepeda atau tracking hingga diskon 50 persen untuk semua paket spa.

Sementara itu, untuk Furama Seminyak, dikatakannya, paket yang ditawarkan hampir sama. Hanya saja ada kelebihan yang didapatkan. Seperti, sarapan setiap hari hingga spa gratis.

Sumandia mengatakan, respons wisatan di Furama Seminyak sudah mulai ada. Berberda dengan Furama Ubud yang masih menunggu. “Semoga kedepannya ada yang nyantol,” terangnya.

Disinggung terkait penerapan protokol kesehatan, di Furama kata Sumandia mengkuti SOP standard CHSE Kementrian Pariwisata dan Succofindo serta SOP CHSE Dinas Pariwisata Provinsi Bali. “Kami sudah lolos sertifikasi CHSE dari 2 badan tersebut,” ujarnya.

Pengelola sekaligus pemilik resort lainnya, Putu Sawitri juga mengaku telah menawarkan paket WFB menjual yoga dalam paket tersebut. Pemilik Om Ham Retreat and Resort ini mengatakan, untuk peket WFB pihaknya memberikan fasilitas berupa kamar superior, sarapan, yoga dan aktivitas bersepeda. Untuk harga kamar, dikatakannya mulai dari Rp550.000 per hari dengan minimal menginap selama 3 hari. “Dengan mengambil paket WFB semua fasilitas tadi sudah bisa didapatkan wisatawan,” terangnya.

Terkait prokes, Sawitri juga mengatakan disesuaikan dengan SOP CHSE dari kemenparekraf dan Disparda Gianyar. “Sudah diterapkan. Mulai dari pengecekan suhu tubuh karyawan, dan tamu, menggunakan masker saat melakukan pelayanan, cuci tangan dan disediakan tempat cuci tangan di public area dan hand sanitizer,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) sebelumnya, mengatakan, Program WFB yang digagas oleh Kemenko Maritim dan Investasi patut diapresiasi kendati belum signifikan berpengaruh pada tingkat hunian kamar hotel di Bali yang jumlahnya mencapai 150.000. “Paling tidak, kita menunjukan kepada wisatan bahwa Bali masih nyaman untuk dikunjungi. Ini penting untuk memulihkan kepercayaan wisatawan, khususnya domestik,” imbuhnya. *wid

BAGIKAN