Operator Telekomunikasi Dorong Pemberdayaan UMKM

Operator telekomunikasi seluler digital di Indonesia ikut berupaya mendorong pemberdayaan sektor Unit Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah pandemic covid-19.

Denpasar (bisnisbali.com) -Operator telekomunikasi seluler digital di Indonesia ikut berupaya mendorong pemberdayaan sektor Unit Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah pandemic covid-19.
“Telkomsel kembali melanjutkan komitmen untuk terus bergerak maju dalam menghadirkan perubahan nyata di setiap fase kehidupan masyarakat dari waktu ke waktu, termasuk dalam menghadapi pandemi covid-19 dan fase kehidupan dengan kenormalan baru,” kata Vice President Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi sinergi bersama dua startup yang pernah tergabung dalam program The NextDev Telkomsel, yakni Jahitin dan Kostoom. Upaya tersebut dilakukan melalui penyediaan alat pelindung diri (APD) untuk petugas medis dan masker kain bagi masyarakat yang diproduksi langsung oleh sejumlah penjahit lokal.
Diakui pandemi covid-19 mendorong perubahan di berbagai sektor kehidupan masyarakat telah memotivasi Telkomsel untuk terus bergerak maju dengan hadir sebagai leading digital telco company yang secara konsisten tetap mendukung pengembangan ekosistem startup di Indonesia, sekaligus meningkatkan dampak positif perusahaan di berbagai fase kehidupan masyarakat.

“Kolaborasi kami dengan Jahitin dan Kostoom diharapkan mampu membantu seluruh pihak yang selama ini memiliki kepentingan yang sama dalam upaya menjaga kesehatan dan keselamatan, terutama bagi tenaga medis dan masyarakat terdampak yang kini masih terus berjuang di tengah pandemi ini,” ujarnya.
Dalam kolaborasi ini, Jahitin berkontribusi dengan menyediakan 12.000 set APD yang meliputi baju hazmat, face shield, jubah operasi, pembungkus sepatu, penutup kepala, dan masker. Bantuan tersebut telah disalurkan ke lebih dari 30 titik di seluruh Indonesia, dengan fokus utama ke sejumlah rumah sakit rujukan penanganan covid-19. Sedangkan, Kostoom berperan dalam menyediakan 10.000 buah masker kain non medis yang memiliki kualitas lebih kuat dan tahan lama. Masker tersebut telah dibagikan di 20 titik di seluruh Indonesia, dengan fokus ke masyarakat umum serta petugas dan relawan medis di sejumlah rumah sakit rujukan penanganan covid-19.

“Kami percaya, penanggulangan covid-19 hanya bisa dilakukan melalui upaya kolektif yang diwujudkan melalui kolaborasi di berbagai lini, termasuk dengan menggandeng para pegiat startup untuk dapat memberikan manfaat lebih melalui penerapan kemanfaatan berbasis teknologi yang dapat turut mendorong sektor UMKM,” paparnya. *dik

BAGIKAN