Omzet Terjun Bebas Resto mulai Alihkan Pasar

Merebaknya virus corona berdampak signifikan terhadap penghasilan restoran di Bali.

Suasana resto sepi

Denpasar (bisnisbali.com) –Merebaknya virus corona berdampak signifikan terhadap penghasilan restoran di Bali. Seperti yang diungkapkan, Marketing Jejak Bali Kuliner (Jebak), Mia Lliem omzet menurun hingga 50 persen lebih.

Turunnya omzet yang sangat drastis tersebut diakui karena, selama ini pihaknya hanya mengandalkan kerja sama dengan biro perjalanan, sehingga banyak rombongan yang datang. Sayangnya, semenjak merebaknya virus corona, diakui sangat  sepi pengunjung.

“Sekarang kami mau menyasar wisatawan domestik. Biasanya wisatawan yang mau ke Ubud atau sebaliknya dari Ubud ke daerah Canggu, pasti mampir di sini karena posisi kami di tengah- tengah. Beberapa bulan ini tidak ada tamu, sepi banget,” ungkapnya saat ditemui di Resto jalan Teuku Umar Denpasar. Makanya untuk solusinya adalah pihaknya mendongkrak touris lokal supaya datang ke resto tersebut.

Terkait penghapusan pajak restoran dikatakan tidak terlalu banyak memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha. “Walaupun pajak dihapus tapi, tamu gak ada. Jadi tetap saja tidak ada pengaruhnya,” tukasnya.

Dikatakan orang – orang benar-benar menghindari datang ke tempat dengan kerumunan orang, sehingga benar-benar sepi. Di sisi lain, nampaknya masyarakat lokal pun enggan pergi ke tempat banyak orang yang berkerumun.

Lebih lanjut jelasnya, masyarakat lokal lebih banyak melakukan pembelian via ojek online, sehingga mereka tidak harus pergi ke tempat ramai. “Permintaan melalui ojek online memang meningkat, tapi tidak terlalu memberikan dampak positif bagi kami. Untungnya kurang karena kalau restoran mencari keuntungan biasanya lebih banyak dari penjualan minuman dan nasi putih. Sementara dangkan pemesanan lewat ojek online lebih baik lauk saja,” tukasnya.

Pihaknya berharap penyebaran virus corona dapat segera teratasi, sehingga kondisi perekonomian dan juga pariwisata Bali bisa segera pulih.*pur

BAGIKAN