OJK: Restrukturisasi Kredit Dilakukan Berdasarkan Kesepakatan Bank dan Debitur

Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Kuangan 2 Kantor OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Jimmy Hendrik Simarmata di Renon, Jumat (27/3)

Denpasar (bisnisbali.com) –Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Kuangan 2 Kantor OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Jimmy Hendrik Simarmata di Renon, Jumat (27/3) mengatakan, bank wajib melaksanakan POJK No.11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekononian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Covid-19.

Kendati demikian, Jimmy menerangkan, istilah kelonggaran, penundaan atau keringanan merupakan bahasa publik. Untuk istilah teknis di lembaga jasa keuangan (LJK) dikenal dengan restrukturisasi kredit yang dapat dilakukan berdasarkan hasil evaluasi LJK dan disepakati bersama debiturnya.
“Ada kesepakatan bersama,” ujarnya.

Restrukturisasi kredit yang dapat dilakukan berdasarkan hasil evaluasi LJK dan disepakati bersama debiturnya antara lain penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu kredit, pengurangan tunggakan bunga, penambahan plafon kredit/pembiayaan hingga konversi kredit/pembiayaan menjadi penyertaan modal sementara.

Jimmy pun menjelaskan pemberian restrukturisasi kredit dimaksud juga memperhatikan pedoman intern bank untuk menetapkan debitur yang terkena dampak penyebaran covid-19 sebagaimana diatur dalam pasal 2 ayat (4) POJK No.11/POJK.03/2020 dimaksud.
“Kami sudah meminta perbankan untuk melakukan stress test terkait dampak covid-19 bagi lembaganya masing-masing dan mitigasi risikonya,” paparnya.

Sebelumnya Presiden RI dalam keterangan pers pada Selasa 24 Maret 2020 menyampaikan bahwa OJK memberikan kelonggaran/relaksasi kredit usaha mikro dan usaha kecil untuk nilai di bawah Rp10 milyar baik kredit/pembiayaan yang diberikan oleh bank maupun industri keuangan non-bank kepada debitur perbankan.

Bagi debitur perbankan, akan diberikan penundaan sampai dengan tahun dan penurunan bunga. Hal tersebut tertuang dalam ketentuan yang mengatur secara umum pelaksanaan restrukturisasi kredit/pembiayaan sebagai akibat dampak dari persebaran virus covid-19.*dik

BAGIKAN