OJK: Kondisi Bank Bukopin Aman

Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali Nusa Tenggara, Elyanus Pongsoda menyampaikan, kondisi bank Bukopin aman sampai saat ini.

Denpasar (bisnisbali.com) –Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali Nusa Tenggara, Elyanus Pongsoda menyampaikan, kondisi bank Bukopin aman sampai saat ini. Pemegang saham existing yaitu Kookmin Bank (bank yang berkantor pusat di Korea Selatan dan masuk 10 besar bank di Asia) telah menambah modalnya.

“Modalnya di Bukopin yang tadinya 22 persen menjadi 51 persen dan menyetor sejumlah dana untuk menopang likuiditas Bukopin,” katanya.
Terkait adanya antrian nasabah karena kesulitan menarik dana yang terjadi belum lama ini?. Elyanus menegaskan kejadian yang membuat beberapa nasabah Bukopin resah karena adanya video nasabah Bukopin di Sidoarjo yang viral. “Tetapiapi nasabah tersebut telah ketemu denagn pihak Bukopin dan mendapat penjelasan dan sudah mengerti dan paham situasi sehingga tidak ada masalah lagi,” imbuhnya.

Elyanus pun menyampaikan sesuai informasi pusat, OJK menegaskan Kookmin Bank telah melakukan penempatan dana di escrow account per 11 Juni 2020 sesuai komitmen Kookmin Bank. Saat ini, sedang dilakukan proses finalisasi secara legal dan administratif menindaklanjuti persetujuan prinsip dari OJK terkait dengan Kookmin Bank sebagai Pemegang Saham Pengendali Mayoritas Bank Bukopin.

Terkait dengan berita dari beberapa media online yang beredar dengan judul OJK “Kookmin Bank Gagal Mengatasi Masalah Likuiditas Bukopin”, ditegaskan berita tersebut tidak benar karena mengambil sumber secara tidak sah (surat tertanggal 10 Juni 2020 tersebut merupakan surat yang sangat rahasia dan hanya ditujukan kepada pihak-pihak berwenang serta tidak diperuntukkan untuk media dan publik).
Selain itu, Kookmin Bank sudah merealisasikan komitmennya dengan penyetoran dana ke Bank Bukopin 11 Juni 2020, sehingga kembali menegaskan berita tersebut tidak benar. Sementara itu dapat dijelaskan berkaitan dengan surat yang beredar tertanggal 10 Juni 2020, surat tersebut disampaikan kepada seluruh pemegang saham baik itu Kookmin Bank yang memiliki saham 22 persen maupun pemegang saham lainnya (saat itu) untuk melaksanakan komitmen dan/atau kesanggupan dalam rangka memenuhi kebutuhan likuiditas dan permodalan Bank Bukopin.

Jika pemegang saham tidak dapat memenuhi komitmennya maka kelak atas investor yang akan masuk, pemegang saham tidak dapat menghalangi investor tersebut untuk memperbaiki kondisi Bank Bukopin. Atas surat dimaksud, Kookmin Bank merespon dengan cepat dan menempatkan dana USD 200 juta yang selanjutnya Bank Bukopin segera menyelenggarakan RUPS dan RUPS LB mengenai penetapan Kookmin Bank menjadi Pemegang Saham Pengendali Mayoritas Bank Bukopin di atas 51 persen.
Hal ini merupakan komitmen merealisasikan penguatan permodalan dan likuiditas yang dibutuhkan Bank Bukopin serta menciptakan peluang bisnis-bisnis baru ke Indonesia.
Sementara itu pihak dari Bukopin di Bali saat dihubungi Bisnis Bali belum bersedia berkomentar terkait kondisi terkini.*dik

BAGIKAN