Objek Wisata Kembali Koreksi Target Kunjungan

Jelang tutup tahun, pengelola daya tarik wisata (DTW) atau objek wisata di Kabupaten Tabanan kembali melakukan koreksi terhadap target kunjungan tahun ini.

Tabanan (bisnisbali.com) –Jelang tutup tahun, pengelola daya tarik wisata (DTW) atau objek wisata di Kabupaten Tabanan kembali melakukan koreksi terhadap target kunjungan tahun ini. Itu dilakukan seiring masa pandemi Covid-19 yang telah berlangsung hingga delapan bulan ini sudah membuat kunjungan sekaligus pendapatan DTW anjlok.

Manajer DTW Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana, Rabu (4/11), mengungkapkan, November ini pihaknya kembali melakukan koreksi target angka kunjungan yang diposisikan menurun dari sebelumnya. Koreksi target ini sudah pernah dilakukan pada Agustus 2020 lalu dengan menurunkan angka capaian dari target tahun ini yang ditetapkan awal tahun, yakni mencapai 3 juta lebih wisatawan menjadi turun ke posisi 921.370 orang. Pada November ini target tersebut kembali diposisikan turun ke angka 460.685 orang. “Tahun ini sudah dua kali melakukan koreksi untuk target kunjungan wisatawan,” tuturnya.

Kata Toya, penurunan target kunjungan ini dilakukan karena memang sangat tidak mungkin mencapai target jika tetap mengacu pada angka sebelumnya. Sebab, per 8 Oktober lalu saja angka kunjungan wisatawan yang berhasil dikantongi DTW Tanah Lot hanya mencapai 509.826 orang, sehingga akan sangat berat untuk bisa mencapai target kunjungan tersebut. Koreksi target ini dilakukan sejalan di tengah masih minimnya tingkat kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot yang terjadi selama delapan bulan terakhir sebagai dampak pandemi Covid-19. “Melihat target yang baru dan juga capaian yang sudah terjadi saat ini, maka secara hitung-hitungan target kunjungan pada tahun ini sudah terlewati,” ujarnya.

Di sisi lain, terkait momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang, DTW Tanah Lot tidak membuat persiapan khusus. Itu berlaku juga pada agenda rutin berupa kegiatan open house yang biasanya digelar pada akhir tahun sebagai perayaan pergantian tahun dan sebagai wujud syukur atau ucapan terima kasih manajemen DTW Tanah Lot kepada para insan pariwisata khususnya travel agent, tour leader dan sopir yang berjasa besar dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Tanah Lot, tahun ini kegiatan tersebut tidak digelar.

“Tahun ini kami tidak gelar open house. Hal ini sekaligus untuk mencegah timbulnya kerumunan atau keramaian sebagai satu upaya dalam penerapan protok kesehatan Covid-19 di kawasan objek,” tandasnya.

Hal sama juga diungkapkan Manajemen Operasional DTW Ulun Danu Beratan, I Wayan Mustika. Kata dia, November ini kembali melakukan koreksi atas target yang sebelumnya sudah ditetapkan. Awal 2020 lalu DTW Ulun Danu Beratan di target angka kunjungan mencapai 1 juta lebih wisatawan. Namun karena dampak pandemi Covid-19 target awal tersebut mengalami perubahan pada April lalu dengan turun menjadi 800.000 orang. Kini dengan dampak pandemi Covid-19 yang masih berpengaruh pada minimnya angka kunjungan, akuinya lagi-lagi target tersebut kembali turun ke posisi 200.000 orang pada tahun ini.

“Penurunan target ini sesuai dengan jumlah kunjungan sekaligus pendapatan objek anjlok selama ini. Mudah-mudahan dengan target yang baru ini bisa tercapai hingga pada tutup tahun nanti,” harapnya.*man

BAGIKAN