Objek Wisata di Tabanan Koreksi Target Kunjungan Wisatawan  

Pengelola daya tarik wisata (DTW) di Kabupaten Tabanan mengkoreksi target kunjungan wisatawan tahun ini.

WISATAWAN - Kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot sebelum pandemi Covid-19.

Tabanan (binisbali.com) –Pengelola daya tarik wisata (DTW) di Kabupaten Tabanan mengkoreksi target kunjungan wisatawan tahun ini. Koreksi tersebut tetap dilakukan meski jumlah kunjungan wisatawan sudah mengalami lonjakan dalam beberapa bulan terakhir.

Manajer DTW Jatiluwih, I Nengah Sutirtayasa, Selasa (11/8), mengungkapkan, pascadibukanya kembali DTW Jatiluwih pada 20 Juli lalu dan dibukanya kunjungan wisatawan domestik (wisdom) oleh Pemerintah Provinsi Bali memang berdampak pada meningkatnya angka kunjungan wisatawan ke objek wisata tersebut selama sebulan terakhir. Peningkatan kunjungan ini khususnya datang dari kalangan wisdom dengan rata-rata mengantongi kedatangan mencapai 90 persen per hari dan sisanya merupakan kalangan wisatawan mancanegara (wisman).

“Persentase kunjungan wisatawan di tengah pandemi ini berbanding terbalik dengan kondisi sebelumnya. Biasanya selalu didominasi oleh kedatangan dari wisman,” tuturnya.

Kata Sutirtayasa, saat ini rata-rata jumlah kunjungan wisatawan ke DTW Jatiluwih sudah mencapai 200 orang per hari dan mengalami lonjakan mencapai 1.000 orang per hari pada Sabtu dan Minggu. Meski angka kunjungan di tengah pandemi Covid-19 sudah merangkak naik, pihaknya berencana akan melakukan koreksi target pencapaian kunjungan pada tahun ini.

“Tahun ini target kunjungan wisatawan ke DTW Jatiluwih adalah 270 ribu orang. Besar  kemungkinan target tersebut tidak tercapai dengan adanya pandemi, sehingga target dikoreksi. Namun untuk besaran target yang baru (setelah koreksi) belum bisa ditentukan saat ini,” tegasnya.

Saat ini pihaknya masih bersikap wait and see dalam menentukan target kunjungan. Sebab asumsinya, jika memasang target yang tinggi, namun tidak dibarengi dengan pembukaan bandara untuk menerima kunjungan wisman, dan juga kondisi sejumlah negara yang belum pulih dari pandemi Covid-19, maka memasang target kunjungan yang tinggi malah akan percuma saja.

Hal senada juga diungkapkan Manajer DTW Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana. Kata dia, dampak pandemi Covid-19 berpengaruh pada turunnya angka kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot. Bercermin dari itu, target kunjungan wisatawan yang telah ditetapkan pada awal tahun dikoreksi atau dilakukan perubahan. Target yang awalnya dipasang 3.071.333 orang untuk kunjungan wisatawan pada 2020, dikoreksi turun menjadi 921.370 orang.

“Koreksi ini dilakukan karena tidak mungkin dengan dampak pandemi Covid-19 yang sudah menurunkan angka kunjungan, disikapi dengan tetap mengacu pada target yang telah ditetapkan sebelumnya,” tegasnya.*man

BAGIKAN