Objek Wisata Antisipasi Lonjakan Pengunjung

WISATAWAN - Sejumlah wisatawan menikmati pemandangan di kawasan Kebun Raya Bali. Foto diambil sebelum pandemi Covid-19.

Tabanan (bisnisbali.com) –Momen libur panjang dan cuti bersama pada akhir Oktober nanti berpotensi akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke objek wisata. Pengelola objek wisata pun telah menyiapkan langkah antisipasi penyebaran Covid-19.

Di Kebun Raya Eka Karya Bali atau Kebun Raya Bali misalnya, lonjakan pengunjung diperkirakan hingga empat ribuan per hari. Bercermin dari hal itu, sekaligus dalam upaya menekan kasus Covid-19 di Bali, pihak manajemen Kebun Raya Bali menyatakan masih akan menerapkan fase 1 untuk menerima jumlah kunjungan.

“Saat ini kami masih menerapkan fase 1 atau maksimal 2.000 pengunjung dan 350 mobil dalam satu waktu. Artinya, kuota tersebut masih berada di angka 50 persen kunjungan yang sekaligus menjadi upaya untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam menghadapi momen libur panjang nanti, meskipun mengandalkan kawasan wisata di outdoor,” tutur Kepala Kebun Raya Eka Karya Bali, Didit Okta Pribadi, Selasa (27/10) kemarin.

Dijelaskannya, selama pandemi Covid-19 ini Kebun Raya Bali menjadi salah satu tujuan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan, khususnya lokal. Rata-rata kunjungan bisa mencapai  4 ribuan per hari pada saat akhir pekan dan kemungkinan angka kunjungan tersebut berpotensi makin melonjak pada momen libur panjang akhir bulan nanti.

Jelas Didit, dengan memberlakukan fase 1 ini, maka nantinya jumlah wisatawan yang berada di dalam kawasan Kebun Raya Bali maksimal hanya mencapai 2.000 pengunjung. Sisanya, akan diarahkan untuk dialihkan sementara mengunjungi sejumlah objek wisata sekitar atau mengantre di depan pintu masuk kebun raya. Penerapan hal tersebut memang berpotensi menimbulkan kemacetan di jalur tersebut, namun mengantisipasi hal tersebut sudah bekerjasama dengan pihak kepolisian setempat. “Kami juga ada kerja sama dengan Kepolisian setempat, jika memang sudah melebihi kuota ya dialihkan ke tempat wisata yang lain,” ujarnya.

Sebenarnya pascadibuka kembali sejak 22 Juli lalu, Kebun Raya Bali memberlakukan 4 fase. Masing-masing fase dibedakan atas jumlah pengunjung yang berada di dalam kawasan. Tahap pertama atau fase 0 dengan batasan 1.500 pengunjung dalam satu waktu yang bersamaan sudah terlewati, begitu pula dengan fase 1 juga sudah terlewati dan sejak awal September fase 2 untuk jumlah kunjungan di kawasan Kebun Raya Bali ini sudah diberlakukan dengan pembatasan 2.500 orang dan 450 mobil dalam satu waktu yang bersamaan.

Setelah mendapat SE Gubernur Bali dan Bupati Tabanan mengenai penegasan prokes, maka sejak 14 September 2020 lalu status pembatasan kunjungan dari fase 2 ini dikembalikan lagi menjadi fase 1 hingga waktu yang belum ditentukan. Menurutnya, keputusan tersebut diambil karena Kebun Raya Bali sangat mendukung penuh kebijakan pemerintah, baik itu kabupaten maupun provinsi dan tentunya pemerintah pusat, yakni Kebun Raya Bali juga harus berperan aktif untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. *man

BAGIKAN