Nyoman Suratmika, Terkendala Administrasi

INSENTIF tenaga kesehatan (nakes) yang menangani pasien Covid-19 di Kabupaten Tabanan tahun 2020 belum semuanya cair.

INSENTIF tenaga kesehatan (nakes) yang menangani pasien Covid-19 di Kabupaten Tabanan tahun 2020 belum semuanya cair. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika, pencairan insentif nakes beberapa tertunda karena terkendala proses administrasi besaran yang diperoleh berbeda-beda.

“Insentif nakes 2020 lalu belum dibayarkan sepenuhnya, tunggakannya bervariasi,” tutur Suratmika. Dikatakannya, tunggakan untuk nakes yang bertugas di rumah pemerintah belum dibayar selama tiga bulan, sedangkan nakes yang bertugas di puskesmas belum dibayar dua bulan. Jumlah nakes yang mendapatkan insentif ada SK-nya.

Begitu administrasi selesai, tunggakan insentif nakes tahun 2020 segera dicairkan. Sebab, saat ini sudah dikirim dan telah dianggarkan di daerah. ‘’Kemarin masih perubahan APBD bulan Maret sehingga ada sejumlah kegiatan yang digeser sesuai aturan Permendagri. Jadi, sisa tahun lalu pasti dibayar,” tegasnya.

Sementara untuk insentif  tahun 2021 sedang diproses. Pihaknya belum bisa memastikan sampai bulan berapa nakes akan mendapatkan insentif tersebut, karena tergantung anggaran. Besaran jumlah insentif untuk nakes ini sesuai jabatan profesinya.

Misalnya dokter spesialis mencapai Rp 15 juta per bulan, level dokter umum mendapat Rp 10 juta per bulan, bidan dan perawat maksimal Rp 7,5 juta per bulan. “Besaran yang didapat ini  tergantung perhitungan berapa maksimalnya mereka bekerja,” imbuhnya. *man

BAGIKAN