Nyoman Suparsa Widana,   Ikuti Perkembangan TI

DAMPAK pandemi Covid-19 dan ketatnya persaingan antara lembaga keuangan menuntut Bank Perkreditan Rakyat (BPR) meningkatkan teknologi informasi (TI) yang sangat pesat.

DAMPAK pandemi Covid-19 dan ketatnya persaingan antara lembaga keuangan menuntut Bank Perkreditan Rakyat (BPR) meningkatkan teknologi informasi (TI) yang sangat pesat.  Oleh karena itu,  Direktur Utama BPR Bank Daerah Gianyar Nyoman Suparsa Widana minta BPR melakukan langkah-langkah pengembangan layanan berbasis TI.

Sebagai langkah awal, Bank Daerah Gianyar telah berhasil secara teknis dan terbatas mengoperasikan layanan ATM Cardless. Langkah selanjutnya bagaimana agar layanan ATM Cardless dapat dinikmati oleh seluruh nasabah. “Kami akan bekerja keras memenuhi semua persyaratan yang ditentukan oleh Otoritas Jasa Keuangan,” ucapnya.

Suparsa Widana menjelaskan, 2020 adalah tahun yang sangat sulit bagi hampir seluruh sektor kehidupan, termasuk melemahnya perkembangan ekonomi sebagai dampak Pandemi Covid-19.  Meski begitu, BPR Bank Daerah Gianyar (Perseroda) masih bisa membukukan laba Rp2.624.031.499.

Terkait perubahan bentuk badan hukum dan nama BPR Bank Daerah Gianyar untuk menjalankan amanat perundang-undangan yang berlaku, ia menyampaikan nama bank harus mempunyai ciri khas yang mempermudah masyarakat mengenalinya.  Masyarakat akan mudah memahami Bank Daerah Gianyar  merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang perbankan dan dimiliki Pemerintah Kabupaten Gianyar. *kup

BAGIKAN