Nyoman Suartini, Bantu Masyarakat Latihan Mengemudi Gratis

KEPOLISIAN Resor Karangasem, membantu masyarakat pada ekonomi sulit akibat pandemi Covid-19  ini, dengan belajar  latihan mengemudi yang gratis (Belayag).

KEPOLISIAN Resor Karangasem, membantu masyarakat pada ekonomi sulit akibat pandemi Covid-19  ini, dengan belajar  latihan mengemudi yang gratis (Belayag). Peluncuran Belayag itu dilakukan di lapangan Mapolres Karangasem, Selasa (20/10) kemarin.

Kapolres Karangasem AKBP Ni Nyoman Suartini, menyampaikan usai peresmian Belayag itu, layanan itu dalam rangka mendukung masyarakat pemohon surat izin mengemudi (SIM) baru. Di mana, layanan Belayag akan dilayani di tingkat kepolisian sektor di kecamatan. Para Kapolsek diminta menyiapkan lokasi latihan itu, di mana tempatnya apakah di lapangan kecamatan, kalau halaman Mapolseknya sempit. ‘’Belayag merupakan salah satu jenis kuliner Karangasem, dan sangat terkenal di luar Karangasem. Kami membantu masyarakat sekaligus, lebih memperkenalkan kuliner Karangasem itu dengan layanan disingkat Belayag,’’ papar Suartini.

Pada peresmian Belayag itu, kemarin, dihadiri seluruh Kapolsek di Karangasem.  Kapolres mengatakan, tujuan belayag itu, salah satunya dalam rangka membantu masyarakat, khususnya dari kalangan pencari SIM baru. Dukungan berupa layanan pelatihan teknik mengikuti praktik uji SIM, di mana untuk mencari SIM baru, pemohon selain lulus ujian teori mengenai lalu lintas, juga lulus ujian praktik mengemudikan kendaraan sesuai SIM yang dimohonkan.

Dikatakan Kapolres asal Banjar Lembeng, Sukawati, Gianyar itu, terkadang banyak pencari SIM baru yang tidak lulus baik pada ujian teori maupun praktik. Sementara, kalau tidak lulus salah satu atau kedua ujian itu, pemohon tidak bisa mendapatkan SIM. Terkadang banyak kasus pemohon SIM, dalam kesehariannya sudah bisa mengemudikan sepeda motor atau mobil, tetapi saat mengikuti ujian praktik tidak lulus, karena grogi. Di mana, situasi antara mengemudi di luar ujian, dengan ujian pada lintasan yang disediakan tim penguji  di Polres, berbeda, sehingga peserta ujian grogi dan akhirnya tidak lulus. ‘’Nanti di Belayag dilatih teknik pada lintasan yang cukup sulit, seperti jalan lurus dan pengeriman mendadak, lintasan berbeloh berbentuk angka ‘’8’’, bentuk ‘’O’’ atau lintasan zigzag dengan lebar lintasan cukup sempit dan ada tanjakan untuk pemohon SIM untuk izin mengendarai mobil roda empat,’’ paparnya.

Dikatakan, jika pemohon SIM baru  tidak lulus ujian terori atau praktik, mesti mengikuti ujian ulang lagi minggu berikutnya. Beratnya, kalau  pemohon SIM baru datang dari rumahnya yang jauh di pelosok Karangasem, mohon SIM dan tidak lulus, harus diulang sampai lulus, tentu pemohon akan berkorban waktu, di samping biaya transportasi pergi-pulang ke Polres. Pada masa pandemi, di mana perekonomian masyarakat sedang sulit ini, Polres membantu meringankan dengan Belayag. ‘’Karena itu, kami membantu pemohon sim baru, untuk belajar latihan mengemudi yang gratis (Belayag), sehingga diharapkan satu kali datang ke Mapolres memohon SIM dan ujiannya lulus, sehingga langsung mendapatkan SIM yang diharapkan,’’ paparnya.

Ditambahkan, Kapolres layanan Belayag tidak akan mempengaruhi atau menyaingi usaha pelatihan  mengemudi yang dibuka kalangan pribadi. Sebab, di Belayag khusus latihan  praktik ujian mengemudi bagi pemohon SIM baru. ‘’Kursus mengemudi privat yang dibuka  orang pribadi itu, tidak ada kaitannya dengan kepolisian atau pun satuan lalu lintas di kepolisian. Izin kursus mengemudi itu, mungkin ada di Dinas Perhubungan, jadi saya juga tak tahu ada berapa usaha kursus mengemudi di Karangasem,’’ tandas Suartini. *bud

BAGIKAN