Nyoman Predangga, Geluti Usaha Baru  

PADA 31 Desember 2019 mendatang, Sekretaris DPRD (Sekwan) Badung Nyoman Predangga akan memasuki masa purnatugas.

PADA 31 Desember 2019 mendatang, Sekretaris DPRD (Sekwan) Badung Nyoman Predangga akan memasuki masa purnatugas. Apa yang akan dilakukan setelah menjalani masa pensiun sebagai aparatur sipil negera (ASN)?

Ditemui di ruang kerjanya, Rabu (27/11), ayah empat putra dan putri tersebut mengaku akan memasuki usaha baru. “Walau pensiun, aktivitas akan tetap berjalan,” tegas pria kelahiran tahun 1959 tersebut.

Seperti diketahui sebelum menduduki jabatan Sekwan, Predangga sudah malang-melintang di sejumlah OPD. Pria yang sempat menjadi cleaning servicedan loper (pengantar surat-red) memulai jabatannya sebagai Camat Kuta Selatan, Camat Kuta Utara dan Camat Kuta.

Setelah jadi camat, Nyoman Predangga dipercaya menduduki jabatan Kabag Perekonomian, Kabag Kesra, sebelum akhirnya dipercaya sebagai Kadisnaker. Kariernya masih tetap berlanjut. Pejabat asal Jimbaran Kuta Selatan tersebut akhirnya menduduki jabatan staf ahli, dan akhirnya berada di posisi Sekwan.

Mengenai usaha yang akan digelutinya, Predangga tak menutup-nutupi lagi. Selain sejumlah usaha yang telah dirintisnya, dia mengaku akan memasuki dunia baru yakni advokat. “Kegiatan ini terfokus pada usaha perdamaian kedua pihak yang berperkara. Kami memiliki sertifikasi ini,” tegasnya.

Ditanya kemungkinan mendapatkan mandat untuk ke legislatif mengingat pengalamannya melayani anggota Dewan, Predangga menyatakan tak berpikir untuk menjadi anggota Dewan. “Selain faktor umur, saya memberikan kesempatan kepada yang muda untuk maju karena yang bagus-bagus atau berkualitas dari kaum muda juga banyak,” katanya.

Namun jika memang memperoleh amanat, Predangga mengaku akan melakoninya. “Yang penting saya tidak berambisi untuk masuk ke perhelatan politik,” katanya.

Apa kesannya selama melayani anggota DPRD Badung selama beberapa tahun? Ditanya begini, suami Ni Wayan Sutari ini menyatakan merasa sangat berbangga mampu melayani anggota DPRD Badung yang berasal dari asal-usul yang beragam, baik pendidikan, asal, partai, kepentingan dan sebagainya. “Kami hanya berusaha berbuat yang terbaik kepada anggota legislatif,” katanya sembari menambahkan, soal puas dan tidak puas, semua orang memiliki kekurangan dan kelebihan. *sar

BAGIKAN