Nyoman Nuarta, Berharap Dana Hibah Pariwisata  

PEMERINTAH Pusat melalui Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif telah menyiapkan dana hibah pariwisata senilai Rp 3,3 triliun bagi pelaku usaha pariwisata hotel dan restoran serta pemerintah daerah.

PEMERINTAH Pusat melalui Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif telah menyiapkan dana hibah pariwisata senilai Rp 3,3 triliun bagi pelaku usaha pariwisata hotel dan restoran serta pemerintah daerah.

Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Provinsi Bali, Nyoman Nuarta mengatakan pramuwisata di bawah payung HPI juga berharap mendapatkan dana hibah pariwisata antara lain untuk menutupi biaya hidup karena lama sudah tidak meng-handel tour wisatawan.

Diungkapkannya, sesuai arahan Kemenparekraf dana hibah pariwisata tersebut, 30 persen akan ditujukan untuk membantu pemerintah daerah dalam penanganan dampak pandemi Covid-19 di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Sisanya 70 persen dialokasikan untuk membantu pelaku usaha hotel dan restoran dalam menjalankan operasional kesehariannya seperti bayar gaji. “Tidak pelaku usaha hotel, pramuwisata sudah lama tidak meng-handel tour wisatawan ,” ucapnya.

Nuarta menjelaskan pada intinya DPD HPI Bali memohon kepada pemerintah membantu pramuwisata anggota HPI. Anggota HPI Bali yang berjumlah 6023 orang merasakan dampak akibat pandemi Covid-19.

Saat ini pemerintah pusat akan menyalurkan dana hibah pariwisata. Anggota HPI Bali tentu berharap mendapatkan dana hibah pariwisata dari pemerintah pusat.

Nyoman Nuarta memaparkan selama ini HPI Provinsi Bali sudah bekerja keras mengirim proposal ke pemerintah sementara hasilnya masih nihil. Ini terutama sulitnya untuk mendapakan bantuan  langsung tunai (BLT) buat anggota DPD HPI Bali.

Diakuinya, anggota HPI Bali baru sebatas mendapatkan bantuan sembako dari pemerintah. “Itu pun baru setengahnya yang dapat bantuan sembako,” kilahnya.

Menurutnya, jika ada dana hibah pariwisata yang diperuntukan untuk HPI akan diperuntukan untuk biaya hidup anggota. “Karena selama pandemi anggota kami tidak kerja sehingga tidak ada penghasilan,” ucapnya.

HPI berencana mengadakan up greading hanya saja sangat sulit mengumpulkan anggota. Mereka banyak terdampak pandemi Covid-19, sementara bertahan hidup memilih menjadi petani, pedagang dan lainnya.

Nyoman Nuarta menambahkan anggota DPD HPI Bali berjumlah 6023 orang terbagi dalam 11 divisi bahasa. “Kami masih punya keyakinan kemampuan penguasaan bahasa anggota kami masih terjaga,” tambahnya. *kup

BAGIKAN