Nunggak Pembayaran,  Puluhan Sambungan TAB Diputus

Seiring meningkatnya permintaan sambungan baru untuk air bersih, Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) Kabupaten Tabanan juga melakukan penindakan berupa pencabutan puluhan sambungan setiap bulan.

Pekerja sedang memasang sambungan air ke perumahan.

Tabanan (bisnisbali.com) –Seiring meningkatnya permintaan sambungan baru untuk air bersih, Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) Kabupaten Tabanan juga melakukan penindakan berupa pencabutan puluhan sambungan setiap bulan. Pencabutan sambungan salah satunya akibat pelanggan menunggak pembayaran empat kali rekening berturut-turut.

Kepala Bagian Hubungan dan Langganan Perumda TAB Tabanan  Budi Gunawan didampingi Kasubag Humas Agus Suanjaya mengungkapkan, tahun ini target sambungan air bersih dipatok mencapai 1.300. Sampai Maret lalu realisasi sambungan baru sebanyak 252 yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Tabanan. “Mayoritas sambungan baru ini adalah kalangan rumah tangga dan pembangunan sejumlah properti yang bermunculan meski di tengah pandemi,” tuturnya, Rabu (7/4) kemarin.

Dijelaskannya,  saat sektor properti mulai menggeliat kembali di Kabupaten Tabanan. Pada Maret lalu empat titik perumahan baru yang mengajukan permohonan sambungan baru. Hal itu membuat pihaknya optimis bisa mencapai target sambungan baru tahun ini.

Selain mengantongi penambahan sambungan baru, Perumda TAB Tabanan juga melakukan penindakan pemutusan atau pencabutan sambungan rumah tangga. Pada Maret lalu pencabutan sambungan mencapai 54 unit. Sebelumnya, pada Februari dilakukan pencabutan 60 titik sambungan dan pada Januari dicabut 49 sambungan. Secara kumulatif tahun ini total 163 sambungan yang dilakukan penindakan berupa pencabutan.

Pencabutan sambungan karena dua pertimbangan. Pertama, mengundurkan diri karena sudah dilayani oleh sambungan air bersih yang dilakukan secara swadaya atau PAM swadaya, seperti yang terjadi di Tinungan dan Cau Belayu. Selanjutnya pencabutan dilakukan karena perumahan tidak melakukan pembayaran selama empat kali rekening secara berturut-turut. “Data terakhir saya catat sekitar 15 perumahan yang dilakukan pencabutan karena terkait pembayaran. Itu umumnya rumah kosong yang mungkin sebelumnya difungsikan untuk investasi, namun tidak laku terjual,” ujarnya.

Agus Suanjaya menambahkan, menjelang Galungan dan bulan puasa, Perumda TAB Kabupaten Tabanan tetap mengoptimalkan pelayanan dengan sejumlah persiapan untuk memastikan pasokan air minum kepada pelanggan terpenuhi. Di antaranya dengan melakukan pengecekan terhadap pipa induk hingga menyiapkan sekitar 15 orang petugas lapangan dan teknisi yang bersiap mengantisipasi terjadinya gangguan. “Meski begitu, kami tetap mengimbau pelanggan agar tetap menampung air untuk mengantisipasi gangguan yang sulit diprediksi,” pungkasnya. *man

BAGIKAN