November, Konsumsi Listrik Minus 11 Persen

Belum optimalnya aktivitas pariwisata di Bali membuat konsumsi atau penjualan listrik mengalami minus hingga 11 persen pada November 2020.

LISTRIK – Petugas PLN tengah menangani instalasi listrik

Denpasar (bisnisbali.com) –Belum optimalnya aktivitas pariwisata di Bali membuat konsumsi atau penjualan listrik mengalami minus hingga 11 persen pada November 2020. Hal ini dikarenakan sumbangan pelanggan bisnis dengan sektor pariwisata di dalamnya pada pendapatan sebesar 49 persen dari pelanggan lainnya.

Manajer Sub Bidang Strategi Pemasaran PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali Oscar Praditya belum lama ini mengatakan, dari 1,5 juta pelanggan PLN di Bali, jumlah pelanggan bisnis tercatat hanya 11 persen. Posisi tertinggi ada pada pelanggan rumah tangga yaitu 83 persen. Namun dari sisi pendapatan, pelanggan bisnis mampu menyumbang 49 persen untuk pendapatan PLN.

Dengan terdampaknya pariwisata Bali di tengah pandemi Covid-19 ini, kata Oscar, maka memberi pengaruh pula pada konsumsi listrik dan pendapatan PLN. “Sehingga di PLN terjadi minus 11 persen pada November 2020,” jelasnya.

Dikatakannya, penurunan konsumsi lebih terjadi di Bali Selatan yang mengalami minus hingga 16 persen. Sementara untuk wilayah lainnya terutama Bali Utara masih tumbuh positif yang kebanyakan merupakan pelanggan rumah tangga.

Lebih lanjut dikatakannya, beban puncak tertinggi pada bulan November hanya 735,2 MW. Sebelum pandemi, beban puncak tertinggi di Bali sempat mencapai 980,1 MW yang terjadi pada Januari 2020. Saat ini daya terpasang di Bali telah mencapai 1.433 MW dengan daya mampu 1.292,1 MW. Dengan itu tercatat ada margin atau cadangan listrik sekitar 76 persen.

Dalam upaya meningkatkan penjualan, Oscar mengakui pihaknya mencoba merangkul sektor lain di luar pariwisata seperti pertanian dan sebagainya. “Kita support ke arah sana (pertanian). Misalnya yang masih menggunakan pompa diesel kami tawarkan rubah ke pompa listrik. Dan itu direspons positif,” jelasnya. *wid

BAGIKAN