Normal, Penarikan Dana Anggota Koperasi di Tabanan  

Transaksi keuangan, khususnya penarikan dana oleh anggota di kalangan koperasi di Kabupaten Tabanan, masih dalam kondisi normal.

PEDAGANG – Pedagang di Tabanan. Geliat usaha di kalangan UMKM relatif kecil sehingga mempengaruhi perputaran uang di kalangan koperasi.   

Tabanan (bisnisbali.com) –Transaksi keuangan, khususnya penarikan dana oleh anggota di kalangan koperasi di Kabupaten Tabanan, masih dalam kondisi normal. Menurut Kepala Dinas Koperasi (Diskop) dan UMKM Kabupaten Tabanan, I Wayan Yasa, sejauh ini belum ada penarikan dana besar-besaran karena takut terkait isu akan memasuki masa resesi ekonomi yang dipicu oleh pandemi Covid-19.

“Saat ini kalau anggota koperasi yang menunda membayar kredit karena terdampak dari pandemi Covid-19 ini memang ada. Namun, untuk anggota yang sampai ramai-ramai menarik tabungan maupun deposito mereka besar-besaran, hal itu belum sampai terjadi saat ini,” tutur Yasa, Minggu (27/9).

Kata dia, penarikan itupun karena terkait kebutuhan dana di kalangan anggota untuk keperluan hari raya Galungan dan Kuningan lalu. Bercermin dari itu, keberadaan koperasi di Kabupaten Tabanan di tengah pandemi Covid-19 masih bisa eksis bertahan karena ditopang oleh anggota. Ditambah juga dengan sejumlah program penguatan dalam bentuk bantuan dana dari pemerintah. “Meski begitu jika pandemi Covid-19 ini berlangsung lama, kami tidak bisa memastikan juga bila koperasi ini masih bisa eksis bertahan sampai kapan nantinya,” kilahnya.

Mantan Kepala Dinas Pariwisata Tabanan ini menyebutkan, hingga kini dengan dampak pandemi Covid-19 belum ada kalangan koperasi di Tabanan yang sampai mem-PHK karyawan. Bahkan data terakhir di Diskop dan UMKM Tabanan belum ada penambahan jumlah koperasi bermasalah atau koperasi sakit pada tahun ini. Jumlah koperasi sakit di Tabanan ini merupakan data kumulatif dari tahun sebelumnya yang masih mencatat ada 168 koperasi.

“Tahun ini justru ada penambahan 4 koperasi baru, sehingga tahun ini total jumlah koperasi di Tabanan mencapai 590. Dari jumlah tersebut tercatat 422 koperasi tercatat masuk dalam kondisi aktif,” ujarnya.

Sementara itu, penundaan pembayaran kredit oleh anggota ini pun masih dalam kategori yang normal. Artinya, rentan waktu kemampuan bayar anggota tidak sampai memicu munculnya permasalahan keuangan di koperasi tersebut. Sebab, perputaran usaha sebagian besar anggota koperasi yang merupakan pelaku sektor usaha kecil masih terjadi hingga saat ini. Selain itu, kebijakan pemerintah Kabupaten Tabanan di tengah pandemi Covid-19 dengan membeli sejumlah hasil produksi kalangan usaha kecil melalui program ASN peduli juga ikut mendongkrak geliat ekonomi usaha kecil saat ini.

“Geliat usaha yang terjadi di kalangan UMKM ini memang relatif kecil dibandingkan dengan sebelumnya. Begitu juga perputaran uang di kalangan koperasi, namun itu semua masih tetap membuat koperasi di Tabanan ini eksis saat ini,” tandasnya.*man

BAGIKAN