Nilai Ekspor Bali Menurun 13,35 Persen

Nilai ekspor barang Bali ke luar negeri periode Januari-Maret 2021 tercatat 122.625.377 dolar AS atau turun 13,35 persen dibandingkan periode Januari-Maret 2020 yang tercatat 141.520.605 dolar AS.

Hanif Yahya

Denpasar (bisnisbali.com) – Nilai ekspor barang Bali ke luar negeri periode Januari-Maret 2021 tercatat 122.625.377 dolar AS atau turun 13,35 persen dibandingkan periode Januari-Maret 2020 yang tercatat 141.520.605 dolar AS. Amerika Serikat tercatat sebagai pangsa ekspor terbesar dengan share 32,18 persen dari total nilai kumulatif ekspor. “Penurunan nilai ekspor kumulatif terdalam tercatat pada ekspor tujuan Jepang -30,53 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bali Hanif Yahya.

Sementara itu, nilai impor barang kumulatif Bali dari  luar negeri periode Januari – Maret 2021 tercatat sebesar 13.732.655 dolar AS atau turun sedalam 71,68 persen dibandingkan Januari –Maret 2020 yang tercatat 48.495.538 dolar AS. Menurutnya Tiongkok menjadi  negara asal impor dengan nilai terbesar yang tercatat memiliki share 35,22 persen dari total nilai impor kumulatif.

Hanif mengakui impor dari Hongkong tercatat sebagai negara asal impor dengan penurunan terdalam -98,39 persen. Ia pun menyatakan berdasarkan pelabuhan muat, pengiriman barang ekspor Bali pada Maret 2021 sebagian  besar dilakukan melalui pelabuhan di luar Bali, yakni sebesar 96,15 persen. Pengiriman barang ekspor melalui  pelabuhan di Jawa Timur tercatat 60,387persen,  DKI Jakarta sebesar 35,609 persen, Jawa Tengah sebesar 0,151 persen dan Nusa Tenggara Barat sebesar 0,003 persen.

Sementara pengiriman barang ekspor melalui pelabuhan di Bali tercatat hanya sebesar 3,850 persen, turun jika dibandingkan dengan Februari 2021, yang memuat 4,05 persen dari keseluruhan nilai ekspor Bali.

Ia menambahkan berdasarkan pelabuhan bongkar, impor barang Bali dari luar negeri di Maret 2021 didominasi oleh pelabuhan di Bali yaitu sebesar 94,54 persen. “Jika dibandingkan dengan kondisi bulan Februari 2021 (mtm), terjadi peningkatanporsi bongkar barang impor pada pelabuhan di Bali, yang ketika itu tercatat 88,22 persen.  Sementara itu, porsi impor barang melalui pelabuhan di DKI Jakarta tercatat mengalami penurunan dari 11,78 persen pada Februari 2021 menjadi 5,46 persen pada Maret 2021,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menyebutkan untuk nilai ekspor Bali pada Maret 2021 jika dilihat dari jenis komoditasnya, ekspor Bali didominasi oleh produk ikan dan udang yang tercatat sebesar 13.471.893 dolar AS dengan share sebesar 28,30 persen dari total ekspor. Dari 10 besar komoditas utama ekspor, Sembilan di antaranya tercatat meningkat dengan peningkatan tertinggi tercatat pada nilai ekspor produk barang-barang dari kulit yakni naik 88,62 persen, yang utamanya naik ke Jepang. Jika dibandingkan dengan capaian Maret 2020 (y-o-y), nilai ekspor limak omoditas utama tercatat naik, dengan peningkatan tertinggi tercatat pada produk kain perca setinggi 139,14 persen.

Dari sisi nilai impor, komoditas mesin dan perlengkapan mekanik tercatat sebagai komoditas impor dengan nilai terbesar pada bulan Maret 2021 dengan share 49,58 persen dari total impor Bali. Dari sepuluh komoditas utama impor, enam di antaranya tercatat mengalami peningkatan dengan peningkatan tertinggi tercatat pada impor komoditas mesin dan perlengkapan mekanik yakni sebesar 204,16 persen yang utamanya berasal dari Tiongkok.

“Jika dibandingkan dengan catatan Maret 2020 (yoy),  dari sepuluh komoditas utama impor, hanya komoditas mesin dan perlengkapan mekanik yang mengalami  peningkatan nilai impor 73,43 persen,” ucapnya. *dik

BAGIKAN