New Normal, Omzet Pedagang tetap Melorot hingga 70 Persen

Meski tatanan kehidupan baru (new normal) sudah mulai diberlakukan, transaksi di pasar tradisional belum menunjukkan adanya peningkatan.

SEPI - Aktivitas sepi, pedagang di Pasar Badung tengah menunggu pembeli yang datang

Denpasar (bisnisbali.com) –Meski tatanan kehidupan baru (new normal) sudah mulai diberlakukan, transaksi di pasar tradisional belum menunjukkan adanya peningkatan. Hal ini disebabkan daya beli masyarakat yang masih lemah serta belum beroperasi pariwisata yang menjadi andalan.

Direktur Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar AA Ngurah Yuliartha, saat ditemui, Senin (20/7) mengatakan, tidak hanya pasar-pasar besar yang selama ini pangsa pasarnya lebih kepada sektor pariwisata, pasar-pasar tradisional kecil lainnya, masih belum mampu menunjukkan pergerakan naik terhadap transaksi yang terjadi setiap harinya. Yuliartha mengatakan, omzet pedagang masih turun hingga 70 persen dari waktu normal sebelum pandemi.

Dikatakannya, sektor pariwisata sangat menjadi harapan untuk pertumbuhan omzet pedagang di pasar tradisional. Dengan dibukanya kembali pariwisata tingkat internasional September mendatang, diharapkan mampu memberikan peningkatan transaksi bagi pedagang. “Kita optimis, setelah pariwisata dibuka, pasti akan ada perubahan. Sedikit demi sedikit transaksi pedagang akan meningkat,” jelasnya.

Lebih lanjut Agung Yuliartha mengatakan, pedagang di pasar tradisional terutama pasar besar di Kota Denpasar sangat bergantung dengan sektor pariwisata. Selama ini pangsa pasar para pedagang tersebut lebih kepada suplayer hotel dan restoran. “Kalau pariwisata masih tutup, tentu masih belum bisa bergerak,” terangnya.

Diakuinya, daya beli masyarakat yang lemah saat ini juga memberi pengaruh terhadap transaksi di pasar tradisional. Hal ini membuat pasar-pasar kecil yang mengandalkan sektor rumah tangga juga turut terpengaruh terhadap omzet yang didapatkannya. Yuliartha mengatakan, sama seperti halnya pada pasar-pasar besar, pasar kecil yang berada di bawah naungan Perumda juga mengalami penurunan omzet yang sangat tajam. “Terlebih di masa pandemi ini, masyarakat enggan untuk ke pasar. Mereka lebih mengandalkan pedagang keliling dengan produk yang lengkap dan harga tidak jauh beda dengan harga pasar. Hal ini membuat tingkat kunjungan ke pasar juga sepi,” ungkapnya.

Salah seorang pedagang di Pasar Badung, Jro Wiwik mengatakan, kondisi pasar saat ini masih sangat sepi. “Belum ada pergerakan yang terjadi, masih sama seperti biasanya di tengah corona,” ujarnya saat ditemui Senin (20/7) . *wid

BAGIKAN