Netralisir Corona, Upacara ”Tawur Labuh Gentuh Bumi” segera Digelar

DALAM waktu yang hampir bersamaan, Bali dan Gianyar menghadapi ancaman wabah virus corona dan virus flu babi.

DALAM waktu yang hampir bersamaan, Bali dan Gianyar menghadapi ancaman wabah virus corona dan virus flu babi. Untuk menanggulangi virus corona ini, tidak bisa hanya melaksanakan jalur sekala. Penanganan virus ini juga mesti ditanggulangi melalui jalur niskala.

Bupati Gianyar Made Mahayastra belum lama ini secara khusus mengundang sejumlah sulinggih, PHDI Gianyar, serta pihak terkait untuk membahas penanggulangan wabah virus corona dan virus flu babi. Hasil pertemuan berlangsung tertutup tersebut, Pemkab Gianyar akan menggelar Tawur Labuh Gentuh untuk menangkal penyakit termasuk virus corona maupun virus flu babi menyerang peternakan babi.

Virus corona menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Pemkab Gianyar sudah melakukan langkah maksimal menghadapi ancaman penyakit tersebut. Namun diakuinya, langkah pemerintah tidak cukup dilakukan secara sekala. “Kita juga akan lakukan langkah niskala, maka itu kita dengarkan pandangan para sulinggih,” jelasnya.

Berdasarkan pertemuan dengan PHDI dan para sulinggih belum lama ini disepakati akan digelar upacara Tawur Labuh Gentuh Bumi sesuai Lontar Roga Sangara Bumi. Tujuannya upacara tersebut guna menetralisir bencana. “Kita upayakan lewat doa, nunas ica kerahayuan jagat, kalau bisa bencana ini berakhir, sehingga kita bisa membangun lagi,” harapnya.

Bupati Mahayastra optimis upacara ini akan berdampak positif. Sebab sebelumnya pernah digelar Labuh Gentuh saat terjadi bencana ulat bulu, erupsi Gunung Agung maupun gempa bumi. “Upacara ini wajib dilaksanakan karena Gianyar itu daerah spesifik, sakral spiritual,” tuturnya.

Dikatakannya, upacara Tawur Labuh Gentuh Bumi akan digelar di pesisir pantai. “Lokasinya yang penting di pesisir selatan. Bisa di Masceti atau Pantai Siyut, dipuput Sarwa Pandita,” jelasnya.

Terkait waktu penyelenggaraan upacara ini diperkirakan akan digelar sebelum pelaksanaan Tawur Agung Kesanga. Meski demikian, Pemkab Gianyar masih menunggu pertemuan dengan provinsi. “Ini terutama terkait jenis tingkatan yadnya, nista, madya atau utama,” kata Bupati Mahayastra.

Sementara itu, Ida Pedanda Wayahan Bun dari Geria Sanur Pejeng menyatakan, ciri-ciri yang timbul saat ini tertuang dalam lontar Roga Sangara Bumi. Sesuai lontar, upacara Tawur Labuh Gentuh Bumi akan digelar di pinggir pantai karena semua penyakit itu datangnya dari laut. “Pengalaman dulu, penanggulangan terdahulu melakukan upacara ini cukup berhasil,” ucapnya.

Menurutnya, ketika penyakit datangnya dari laut, upacara penanggulangan penyakit ini mesti dilaksanakan di daerah kawasan pesisir laut. “Upacara Tawur Labuh Gentuh di Gianyar mesti dilaksanakan di pesisir pantai Selatan,” tegas Ida Pedanda Wayahan Bun.

Pemkab Gianyar menerapkan sejumlah langkah antisipatif penyebaran virus corona secara sekala di Kabupaten Gianyar. Bupati Gianyar I Made Mahayastra memimpin langsung kampanye penyemprotan disinfektan di empat titik lokasi sebagai salah satu upaya pencegahan terhadap covid 19.

Kegiatan dilakukan di Pasar Umum Sukawati, Pasar Umum Ubud, Pasar Umum Payangan serta Stadion Kapten I Wayan Dipta. Seluruh Bali melakukan langkah penyemprotan disinfektan termasuk di Gianyar, prioritaskan dalam penyemprotan ini pertama adalah tempat umum,” tambah Bupati Mahayastra. *kup

BAGIKAN