Nelayan Tabanan Tak Persoalkan Rencana Penghapusan Premium

Rencana penghapusan BBM jenis premium yang dalam hal ini Bali menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang akan menjadi lokasi uji coba,

NELAYAN – Nelayan yang beraktivitas di Pantai Yeh Gangga.

Tabanan (bisnisbali.com) –Rencana penghapusan BBM jenis premium yang dalam hal ini Bali menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang akan menjadi lokasi uji coba, diperkirakan tak berdampak terhadap kondisi nelayan khususnya di Kabupaten Tabanan. Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tabanan, Ketut Arsana Yasa pun mengapresiasi rencana pemerintah tersebut.

“Penghapusan BBM jenis premium ini tidak akan berdampak pada sektor perikanan, khususnya bagi nelayan tangkap untuk aktivitas melaut menangkap ikan. Bercermin dari itu, rencana penghapusan BBM jenis premium di Bali ini merupakan langkah bagus,” tutur pria yang akrab disapa Ketut Sadam tersebut, Senin (7/9) kemarin.

Menurutnya, selama ini sebagian besar nelayan di Kabupaten Tabanan sudah tidak lagi menggunakan premium untuk aktivitas melaut, melainkan lebih memilih menggunakan BBM jenis pertalite. Dari sisi harga memang BBM jenis pertalite ini lebih mahal dibandingkan dengan premium. Namun ada hal lain yang jadi pertimbangan nelayan untuk lebih tertarik menggunakan pertalite, bahkan ada yang memilih menggunakan BBM jenis pertamax.

Pertimbangan tersebut di antaranya, penggunaan pertalite lebih menjamin keamanan mesin pada saat menangkap ikan di laut. Pengalaman sebelumnya akuinya, penggunaan BBM jenis premium ini kadang kala menimbulkan kendala bagi nelayan di tengah laut, karena seringkali membuat mesin menjadi ngadat atau mati.

“Jika mesin mati di tengah laut, tentu nelayan tidak bisa berbuat banyak karena tidak mungkin memperbaiki mesin di tengah laut. Sebab itu, banyak nelayan yang kemudian beralih menggunakan BBM jenis pertalite maupun pertamax,” kilahnya yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Tabanan ini.

Hal senada diungkapkan Ketua Nelayan Yeh Gangga, Tabanan, Kadek Wita. Kata dia, saat ini sebagian besar nelayan di Yeh Gangga lebih tertarik menggunakan pertalite dan pertamax. Bercermin dari itu, jika pemerintah jadi merealisasikan penghapusan BBM jenis premium di Bali tidak akan besar dampaknya bagi nelayan.

Dia berharap, dengan dihapusnya BBM jenis premium ini, pemerintah bisa menambah kuota atau pasokan pertalite dan pertamax. Dengan penambahan pasokan tersebut akan menjamin pula ketersediaan BBM di pasaran seiring meningkatnya kebutuhan konsumen. *man

BAGIKAN