Nelayan Diimbau Tunda Melaut

Gelombang tinggi diprediksi masih terjadi khususnya di perairan Kabupaten Tabanan dalam beberapa hari ke depan.

RUSAK - Jukung nelayan yang rusak karena tergulung ombak di Pantai Kelecung.

Tabanan (bisnisbali.com) –Gelombang tinggi diprediksi masih terjadi khususnya di perairan Kabupaten Tabanan dalam beberapa hari ke depan. Terkait hal tersebut, nelayan diimbau menunda sementara aktivitas melaut dan mengalihkan kegiatan pada pada perawatan alat tangkap.

Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tabanan, Ketut Arsana Yasa, Rabu (17/2) kemarin, mengungkapkan, meski intensitas hujan mulai turun beberapa hari terakhir, kondisi tersebut belum berarti bahwa aktivitas nelayan untuk melaut sudah normal kembali saat ini. Sebab BMKG memperkirakan, mulai hari ini hingga enam hari ke depan kondisi laut di selatan Tabanan ini akan diwarnai gelombang tinggi.

“Puncak gelombang tinggi ini akan terjadi pada Sabtu mendatang. Sebab itu, kepada nelayan, mohon hati-hati dan lebih baik jangan melaut dulu,” tuturnya.

Bercermin dari itu, ia mengimbau agar nelayan di selatan Tabanan jangan melaut dan menunggu hingga cuaca bagus. Ancaman beberapa hari ke depan ini memang didominasi oleh gelombang tinggi, sedangkan angin kencang dan hujan bahkan badai sudah tidak jadi ancaman lagi.

Menurut anggota DPRD Tabanan ini, saat ini rata-rata ketinggian gelombang berkisar sedang sampai tinggi. Yakni antara 1,5 meter sampai 2,5 meter. Ketinggian gelombang tersebut cukup berbahaya untuk melakukan kegiatan melaut. Selain itu, deburan ombak juga cukup dahsyat sehingga celah untuk menembus agar bisa bergerak ke tengah laut agak susah. Terkecuali ada celah di seputaran Pantai Soka, Batu Mejan dan Bonian.

“Ancaman dari dampak gelombang tinggi ini, terbukti tadi pagi (kemarin-red) ada nelayan yang melaut di Pantai Kelecung, Selemadeg, digulung ombak. Untungnya, nelayan tersebut selamat, namun jukung yang digunakan melaut rusak,” tandasnya.

Ditambahkannya, jika kondisi gelombang dan ombak ini bagus atau cuaca secara umum cerah, sebenarnya saat ini hingga April mendatang merupakan waktu sangat bagus untuk melaut dengan jumlah tangkapan meningkat seiring musim panen. Kurun waktu tersebut merupakan panen di laut selatan, baik lobster dan ikan karena saat ini musim bertelur sehingga perlu makan banyak. “Saat musim bertelur ini untuk ikan jenis layur dan tenggiri, sehingga jika dipancing maupun di jaring pasti akan dengan sangat mudah ditangkap,” tandasnya.*man

BAGIKAN