Nelayan di Tabanan Ikuti Simulasi Penangkapan BBL

Sejumlah nelayan di Kabupaten Tabanan mengikuti simulasi penangkapan benih-bening lobster (BBL).

Tabanan (bisnisbali.com) –Sejumlah nelayan di Kabupaten Tabanan mengikuti simulasi penangkapan benih-bening lobster (BBL). Simulasi digelar untuk menindaklanjuti hasil sosialisasi Permen KP Nomor 12/PERMEN-KP/2020 tentang pengelolaan lobster, kepiting, dan rajungan di wilayah Republik Indonesia oleh pemerintah.

Ketua HNSI Tabanan, I Ketut Arsana Yasa mengungkapkan, sosialisasi digelar di Pantai Soka, Selemadeg diihadiri Kepala Dinas Perikanan Tabanan, Ketua Koperasi Mina Lestari Sejahtera, Exportir Benih Lobster, dan para nelayan. Imbuhnya, sosialisasi ini untuk menindak lanjuti kebijakan pemerintah sebelumnya terkait pengelolaan lobster, kepiting, dan rajungan.

“Kami dari nelayan menyambut baik penerbitan Permen KP Nomor 12/PERMEN-KP/2020 tentang Penangkapan Lobster dan Pengaturan Penangkapan Benih Bening Lobster ini,” tuturnya belum lama ini.

Jelas pria yang akrab disapa Sadam, simulasi ini para nelayan di Tabanan sangat antusiasi dan semangat untuk mencoba alat tangkapnya, sekaligus siap ikut menangkap BBL sesuai yang diatur dalam Permen KP Nomor 12. Yakni, melegalkan ekspor BBL. Sebelumnya, dalam Permen KP Nomor 56 ekspor BBL ini dilarang dan mensyaratkan lobster yang bisa diperdagangkan adalah dibawah 200 gram, sedangkan nelayan di Tabanan rata-rata hasil tangkapannya merupakan lobster di bawah size 200 gram.

Sambungnya, kini dengan penurunan batas size tersebut artinya akan ada peningkatan volume ekspor, bahkan bisa mencapai tiga lipat dari biasanya. Asumsinya, jika Tabanan sebelumnya dengan aturan size di atas 200 gram, hanya bisa ekspor 23-25 persen dari total ekspor Bali, kini dengan aturan yang baru tersebut maka ekspor lobster dari nelayan Tabanan akan melonjak 65 persen dan itu dampaknya akan meningkat ekonomi nelayan.

“Meski begitu, untuk dapat melakukan penangkapan BBL maka nelayan harus memiliki ijin penangkapan,” ujarnya.

Bercermin dari kondisi tersebut, tambah pria yang juga anggota DPRD Tabanan, kini pihaknya tengah berupaya untuk mendaftarkan para nelayan. Tujuannya, agar nelayan di Tabanan ini legal sebagai nelayan penangkap BBL melalui Koperasi Perikanan. *man

BAGIKAN