Naik, Konsumsi BBM dan Elpiji di Bali

Pertamina mencatat, konsumsi elpiji pada Agustus ini, mengalami kenaikan 8 persen dibandingkan pada Juli 2020. Pertamina mencatat, konsumsi elpiji sebesar 716 MT per hari pada Agustus 2020 dibandingkan dengan konsumsi pada Juli 2020 sebesar 660 MT per hari.

SPBU – Aktivitas di salah satu SPBU di Bali.

Denpasar (bisnisbali.com) –Pertamina mencatat, konsumsi elpiji pada Agustus ini, mengalami kenaikan 8 persen dibandingkan pada Juli 2020. Pertamina mencatat, konsumsi elpiji sebesar 716 MT per hari pada Agustus 2020 dibandingkan dengan konsumsi pada Juli 2020 sebesar 660 MT per hari.

“Pertamina mengimbau agar masyarakat yang tidak berhak menggunakan elpiji bersubsidi, yaitu selain masyarakat berpenghasilan rendah dan usaha mikro untuk dapat menggunakan bright gas,elpiji yang tidak bersubsidi,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V, Rustam Aji.

Ia pun mengingatkan agar masyarakat juga dapat berpartisipasi aktif dalam upaya peningkatan pelayanan Pertamina dan melaporkan apabila terjadi kendala dan hambatan distribusi produk Pertamina melalui Pertamina Call Center di nomor 135. Sementara, untuk konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali tercatat meningkat 11 persen dibandingkan pada Juli 2020. Per Agustus, konsumsi rata-rata sales BBM jenis Gasoline dan Gasoil sebesar 2.900 KL per hari dibandingkan dengan Juli sebesar 2.600 KL per hari.

Pertamina juga mencatat adanya kenaikan produk rendah emisi seperti pertamax, yang mengalami kenaikan sebesar 12 persen. “Pada Juni lalu tercatat konsumsi sebanyak 242 KL per hari, kemudian naik menjadi 271 KL per hari sampai dengan akhir Juli,” paparnya.

Program Langit Biru sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan memperoleh dukungan dari masyarakat di Kota Denpasar. Upaya pengurangan emisi gas karbon di udara dengan peralihan menggunakan BBM yang lebih berkualitas dan rendah emisi bagi kendaraan, sebagai bentuk aksi nyata kontribusi masyarakat untuk lingkungan.

Terbukti, setelah diluncurkan pada 5 Juli 2020 lalu, masyarakat yang sebelumnya masih menggunakan BBM premium beralih ke BBM Perta Series (pertalite dan pertamax) di Kota Denpasar terus bertambah setiap harinya. Setelah sebulan program ini berjalan, rata-rata konsumsi harian pertalite di Denpasar tercatat meningkat menjadi 1.063 KL per hari, atau meningkat 12 persen. Sebelumnya, rata-rata konsumsi harian pertalite sepanjang Juni 2020 sebanyak 950 KL per hari.

Ia pun mengungkapkan, untuk BBM sektor penerbangan, tercatat ada kenaikan konsumsi Avtur sebesar 76 persen. Pada Agustus sampai dengan Selasa (18/8), dibandingkan dengan Juni, tercatat konsumsi avtur di Bandara Internasional Ngurah Rai sebanyak 3.100 KL. Sedangkan pada Juli tercatat konsumsi avtur di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali sebanyak 3.000 KL, dibandingkan pada Juni kemarin yang tercatat hanya 1.700 KL. “Jumlah ini masih sangat jauh dibandingkan dengan kondisi normal yang dapat mencapai 70.000 KL per bulannya,” paparnya.*dik  

BAGIKAN