Mutasi Pegawai, Bupati Suwirta Minta Jangan ’’Megel’’         

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta kembali melakukan pengukuhan dan pelantikan terhadap 70 pejabat bertempat di ruang rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Rabu (5/2).

KUKUHKAN - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta melakukan pengukuhan dan pelantikan pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas.

Semarapura (bisnisbali.com) –Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta kembali melakukan pengukuhan dan pelantikan terhadap 70 pejabat bertempat di ruang rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Rabu (5/2). Acara ini turut dihadiri Ketua DPRD Klungkung, Anak Agung Anom, Sekda Gede Putu Winastra dan seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemkab Klungkung.

Pengukuhan dan pelantikan pejabat ini sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Klungkung Nomor: 821/218/BKPSDM/2020 tentang Perpanjangan Masa Jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pengangkatan Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemkab Klungkung.

Pejabat yang dilantik dan diambil sumpahnya ini terdiri dari tiga orang pejabat Pimpinan Tinggi Pratama golongan IV/c serta 67 orang pejabat Administrator dan pejabat Pengawas dari golongan III/b hingga IV/b.

Dalam amanatnya, Bupati Suwirta menyampaikan selamat atas promosi dan jabatan yang baru kepada para pejabat yang dilantik. Dirinya menegaskan proses mutasi sudah melalui proses yang benar atas pertimbangan dari Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) serta tidak pernah ada proses jual beli dalam tiap mutasi jabatan.

Kepada pejabat yang masih muda, Bupati Suwirta mempersilakan untuk menunjukkan kemampuan diri dalam berkompetisi untuk menjadi yang terbaik dan harus menjadi yang terbaik. Karena dalam tiap promosi jabatan pihaknya selalu akan memilih yang terbaik dari hasil petimbangan Baperjakat. Kepada pejabat yang merasa belum puas atas mutasi ini, dirinya mempersilahkan untuk ‘mulat sarira” atau introspeksi diri. “Apa yang terjadi dan diterima hari ini adalah buah dari karma atau perbuatan selama ini,” kata Bupati Suwirta.

Ditambahkannya, bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan sifatnya fatal, sebagai Bupati dirinya berhak dan akan mencopot pegawai atau pejabat yang bersangkutan. Dirinya tidak mau ada pegawai yang “megel-megel” atau tidak serius dalam menjalankan tugas dan kewajibannya.

“Layaknya seorang pasukan hendaknya harus mengikuti langkah dari pemimpin yang tengah berupaya membangun Klungkung. Saya tidak mau ada pegawai yang megel-megel, seluruh ASN harus menjadikan Pemkab Klungkung sebagai rumah besar bersama yang akan senantiasa dijaga dan dirawat dalam upaya mewujudkan kesejahteraan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, tegasnya.

Selain itu, seluruh pejabat juga diingatkan untuk selalu sensitif melihat dan mendangar apa yang menjadi program maupun yang sedang menjadi wacana pemerintah. *dar

BAGIKAN