Murah, Berkemah di Alam Terbuka Jadi Pilihan

Kabupaten Tabanan merupakan daerah pertanian yang juga mengantongi banyak tujuan objek wisata yang bisa menjadi pilihan bahkan dibanderol dengan biaya murah.

BUKIT CATU - Wisatawan berkemah di objek wisata Camping Bukit Catu, Candikuning, Baturiti.

Tabanan (bisnisbali.com) –Kabupaten Tabanan merupakan daerah pertanian yang juga mengantongi banyak tujuan objek wisata yang bisa menjadi pilihan bahkan dibanderol dengan biaya murah. Kini, salah satunya yang cukup dilirik wisatawan adalah wisata berkemah (camping) di alam terbuka dengan pemandangan alam dan danau.

Pengelola Wisata Camping Bukit Catu, Banjar Bukit Catu, Candikuning, Kecamatan Baturiti, Putra Wirawan, mengungkapkan di tengah pandemi Covid-19 wisata camping di alam terbuka ini dilirik sejumlah wisatawan. Khususnya pada akhir pekan atau Sabtu dan Minggu, wisatawan yang merupakan masyarakat lokal mulai dari kalangan keluarga hingga anak-anak muda yang ingin menikmati libur, berkemah di alam terbuka sambil menikmati pemandangan alam berupa pegunungan dan hamparan Danau Beratan. “Jumlah pengunjung memang tidak sebanyak sebelum pandemi Covid-19 lalu yang mencapai puluhan tenda,” tuturnya, Jumat (20/11).

Wisata Camping Bukit Catu luasnya 50 are. Untuk menikmati wisata camping ini, pengunjung dikenakan biaya atau tiket masuk Rp 20 ribu per orang per malam di luar sewa tenda. Jika memanfaatkan fasilitas tenda yang ada di objek wisata camping, wisatawan dikenakan biaya Rp 150.000 untuk isian 3-4 orang sudah termasuk fasilitas matras dan tempat tidur (sleeping bed). Biaya Rp 150.000 itu sudah termasuk tiket masuk untuk 4 orang. “Kami juga sediakan fasilitas lain, kamar mandi umum dan wisata petik buah jambu di lokasi. Bisa dibilang kami memadukan konsep wisata alam dan wisata petik buah kepada pengunjung,” tandas Wirawan.

Sementara itu, salah seorang mahasiswa, Putu Adi Wijaya, mengungkapkan, di tengah pandemi Covid-19 ini berlibur dengan cara menikmati wisata alam menjadi pilihan pertama karena alam memberikan manfaat yang besar dengan risiko rendah terhadap kesehatan. Di samping itu, berlibur di alam bisa memberikan keleluasaan dalam menjaga jarak fisik dengan wisatawan lain  sekaligus sebagai upaya menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Saat ini ada banyak objek wisata alam yang bisa menjadi pilihan untuk berwisata, bahkan harga tiket yang dibanderol sangat terjangkau. Itu pula membuat saya bersama teman-teman memanfaatkan kegiatan kosong di masa pandemi ini untuk wisata camping di alam terbuka,” jelasnya. *man

BAGIKAN