Mulai Meningkat, Kunjungan Wisdom ke Objek Wisata di Tabanan  

Dibukanya kunjungan wisatawan domestik (wisdom) ke Pulau Dewata sejak 31 Juli 2020 lalu, menurut Kepala Bapelitbang Kabupaten Tabanan I.B. Wiratmaja, akan berdampak positif bagi ekonomi Bali termasuk di dalamnya Kabupaten Tabanan.

Tabanan (bisnisbali.com) –Dibukanya kunjungan wisatawan domestik (wisdom) ke Pulau Dewata sejak 31 Juli 2020 lalu, menurut Kepala Bapelitbang Kabupaten Tabanan I.B. Wiratmaja, akan berdampak positif bagi ekonomi Bali termasuk di dalamnya Kabupaten Tabanan. Kebijakan yang merupakan bagian dari Bali Era Baru tersebut telah membuat kunjungan wisdom ke objek wisata jadi meningkat.

“Covid ini akan menjadi teman sepanjang masa, karena virus ini tidak akan bisa hilang. Sebab itu, jika dibiarkan saja tanpa ada upaya untuk bisa hidup berdampingan dengan Covid ini, maka akan sangat bahaya bagi petumbuhan ekonomi. Bisa jadi pertumbuhan ekonomi Bali yang sudah -7,22 pada triwulan II/2020, sekaligus jadi pertumbuhan minus untuk kali kedua ini akan lebih terpuruk lagi,” tuturnya, Minggu (9/8).

Menurutnya, pascadibukanya kunjungan wisdom, sudah membuat kunjungan wisatawan ke sejumlah daya tarik wisata (DTW) di Kabupaten Tabanan merangkak naik dari sebelumnya. Artinya, di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini tidak menyurutkan keberanian wisatawan untuk datang berkunjung, sehingga ini secara tidak langsung akan cukup menggairahkan pengelola DTW setelah selama beberapa bulan terpaksa harus tutup sementara guna mencegah penyebaran Covid-19. “Seiring dengan kegairahan pengelola DTW dengan meningkatnya kembali angka kunjungan, pasti untuk yang lainnya juga akan bergairah juga,” ujarnya.

Di sisi lain, jelas Wiratmaja, guna mencegah munculnya kerumunan atau berdesakan di objek wisata sekaligus guna memperkenalkan obyek wisata lain, selain DTW Tanah Lot maupun DTW Ulun Danu Beratan, pihaknya dengan melibatkan Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS) sebagai pengelola telah merancang program elektronik tiket (E-tiketing) terintegrasi. Sistem terkait hal tersebut telah siap.

“Kini kesiapan sistem dari E-tiketing terintegrasi ini sudah siap dan akan didemokan. Nantinya, bila sistem tersebut sudah ok, kemungkinan akan launching pada 17 Agustus mendatang, bersamaan dengan rencana launching Tabanan Aman dan Produktif,” tegasnya.

Program E-tiketing terintegrasi ini dimaksudkan untuk mengangkat objek wisata yang ada di Kabupaten Tabanan, khususnya yang belum berkembang atau belum banyak dikunjungi wisatawan namun objek wisata tersebut memiliki potensi untuk bisa dikunjungi. Harapannya, dari program tersebut kunjungan wisatawan ke Tabanan yang misalnya mencapai tiga juta orang per hari, dimana dua juta orang diantaranya hanya terpusat ke DTW Tanah Lot, maka dengan program E-tiketing terintegrasi kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot ini bisa dipecah dan terdistribusikan ke objek wisata lainnya yang masuk dalam opsi dari paket program tersebut.

“Kunjungan yang meningkat di tengah pandemi Covid -19 ini kita perlu pikirkan orang beriwisata tanpa takut berdesakan. Nah, solusinya adalah E-tiketing terintegrasi ini, sehingga dengan jumlah kunjungan wisatawan yang ada bisa terdistribusikan ke lebih banyak objek wisata yang ada,” ujarnya.

Rencananya, program E-tiketing terintegrasi ini juga akan memanfaatkan armada Tran Serasi sebagai uji coba akomodasi dari wisatawan ketika ingin menikmati city tour yang jadi salah satu pilihan paket wisata dari 25 objek ditawarkan pada program tersebut. Nantinya, sambil berjalan program tersebut akan dievaluasi, baik menyangkut diminatinya sejumlah obyek yang ditawarkan dalam paket maupun terkait armada sebagai angkutan wisatawan. “Masa uji coba ini mungkin bisa hingga setahun. Namun, kita akan terus menjual tiketnya, sambil melihat animo wisatawan,” jelasnya.*man

BAGIKAN