Denpasar (Bisnis Bali) – Jasa Raharja Cabang Bali dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berkolaborasi menggelar mudik momen Natal 2019 dan Tahun Baru (Nataru) 2020 untuk kali pertama dengan memberangkatkan dua bus tujuan Bali-Surabaya dan Bali-Yogyakarta. Mudik Nataru gratis ini diharapkan dapat meminimalisir kecelakaan lalu lintas.
“Tujuan dari mudik gratis ini yaitu memberikan kesempatan masyarakat berlibur Nataru ke daerah asal masing-masing dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi ke moda transportasi bus dan kapal laut untuk meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas,” kata Kepala Cabang Jasa Raharja Cabang Bali Rama Yudha di sela-sela pemantauan mudik Nataru, mudik bareng asyik lancar di Denpasar, Senin (23/12). 
Rama Yudha menyampaikan setiap bus yang berangkat rata-rata jumlah penumpang mencapai 40 orang lebih. Kriteria mudik gartis Nataru 2019 kali ini tidak ada yang khusus dan dibuka secara umum. Siapa saja bisa mendaftar, berbeda dengan mudik bersama Jasa Raharja persayaratan adalah mereka pemilik sepeda motor.
“Ini merupakan pilot pertama di Bali sehingga persayaratan masih umum dan gratis,” ujarnya.
Kendati demikian ia tetap menekankan pengelola maupun penyedia jasa angkutan umum, baik darat, laut, sungai darat agar selalu mengutamkan kendaraannya dari laik jalan, sehingga kondisi mobil atau bus harus prima. Pihaknya pun sudah melakukan koordinasi dengan mitra seperti Dishub terkait runcek dan uji kelayakan.
Diharapkan pengelola kendaraan yang mengangkut penumpang memperhatikan kendaraannya dalam kondisi baik. Pihaknya juga mengimbau agar kewajiban pengelola dalam meneruskan asuransi yang dibayarkan penumpang ke Jasa Raharja sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Itu untuk memastikan terjaminnya penumpang jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. 
Kondisi saat menjelang liburan Nataru salah satunya. Rama Yudha menilai perjalanan Denpasar-Gilimanuk sudah makin meningkat frekuensinya sehingga harus berhati-hati dalam berkendaraan. “Mereka yang kondisi lelah bisa beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke kota lainnya,” imbaunnya.
Ia pun tidak memungkiri kecelakaan bisa terjadi di mana saja. Oleh karenannya Jasa Raharja akan siap membantu selama status terjamin dan memenuhi ketentuan yang berlaku. Baik itu kendaraan berpelat luar saat masuk ke Bali dari bus pariwisata maupun mobil pribadi.
“Kami berharap tidak ada kecelakaan saat menikmati liburan di Bali. Walaupun terjadi kecelakaan kami siap memberikan bantuan kepada korban melalui 50 rumah sakit yang sudah berkordiansi dan bekerja sama dengan Jasa Raharja,” ucapnya sambil menyatakan segera melaporkan ke kepolisian setelah mengalami kecelakaan. Momen Nataru ini pihaknya telah menyiapkan personil 50 lebih orang di beberapa titik penyeberangan dan melibatkan petugas 24 jam.*dik

BAGIKAN