Moda Transportasi Didorong Terapkan Pembayaran Digital

Di era teknologi saat ini, Bank Indonesia (BI) Bali mendorong digitalisasi sistem pembayaran dengan penggunaan Quick Response Indonesia Standard (QRIS) dalam berbagai kegiatan transaksi di masyarakat.

TRANSPORTASI - Transaksi nontunai diharapkan diterapkan di sarana transportasi publik.

Denpasar (bisnisbali.com) –Di era teknologi saat ini, Bank Indonesia (BI) Bali mendorong digitalisasi sistem pembayaran dengan penggunaan Quick Response Indonesia Standard (QRIS) dalam berbagai kegiatan transaksi di masyarakat. Salah satunya. mendorong penggunaan QRIS pada moda transportasi di Bali, khususnya bus Trans Metro Dewata.

“Kami kira bisa diterapkan di bus Trans Metro Dewata, kalau memang sudah bayar. Kita dorong pakai QRIS juga,” kata Kepala Perwakilan BI Bali, Trisno Nugroho di Renon, Rabu (6/1) kemarin.

Menurutnya, penerapan QRIS tidak hanya menyasar pedagang dan UMKM, namun juga pada tol dan transportasi lain. Elektronifikasi moda transportasi yaitu perluasan implementasi pembayaran nontunai pada berbagai moda transportasi khususnya di tengah pandemi Covid 19, di mana faktor penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada cleanliness (kebersihan), health (kesehatan), safety (keamanan), dan environment sustainability (kelestarian lingkungan) atau CHSE menjadi suatu kewajiban. Termasuk penggunaan transaksi nontunai berbasis digital.

Selain itu, implementasi transaksi nontunai pada moda transportasi yang telah ada perlu dipastikan berjalan dengan lancar. Upaya dalam mendorong elektronifikasi moda transportasi aktif, kata Trisno, berkoordinasi dengan ASDP Gilimanuk, Jasa Marga Bali tol, pemerintah daerah serta penyelenggara jasa sistem pembayaran atau PJSP dalam rangka mengumpulkan data dan informasi serta mendorong implementasi elektronifikasi moda transportasi dengan melakukan monitoring on-site dan off-site pada Pelabuhan Benoa, Jalan Tol Bali Mandara dan pelabuhan ASDP Gilimanuk. “BI Bali mendorong implementasi pembayaran dan jenis kanal transaksi nontunai pada total 5 gate dan perluasan cakupan pengguna-pengguna piloting single line free flow atau SLFF di Jalan Tol Bali Mandara,” paparnya.

Ia berharap digitalisasikan transportasi publik juga sebagai bagian dari langkah strategis melengkapi sarana dan prasarana pendukung untuk sektor pariwisata. Ini tentunya diharapkan dapat menjadi salah satu terciptanya proses transformasi menuju masyarakat yang siap dengan digitalisasi ekonomi.*dik

BAGIKAN