Minuman Herbal, Buka Peluang bagi UMKM

Minuman herbal belakangan mulai digandrungi oleh sebagian besar orang dan tidak hanya generasi terdahulu saja.

DIMINATI - Produk minuman herbal yang banyak diminati.

Denpasar (bisnisbali.com) –Minuman herbal belakangan mulai digandrungi oleh sebagian besar orang dan tidak hanya generasi terdahulu saja. Hal tersebut berdasarkan pada makin menjamurnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang memproduksi minuman herbal. Produk herbal bahkan menembus pasar swalayan dan sangat mudah didapatkan di berbagai tempat.

Salah seorang pelaku UMKM yang memproduksi minuman herbal, Made Trisna Kuslim mengatakan, beralihnya minat masyarakat pada minuman herbal membuat permintaan minuman herbal meningkat. “Manfaat yang dirasakan setelah mengkonfirmasi minuman herbal membuat konsumen akan melakukan pembelian ulang,” ucap Trisna, Rabu (8/1) di rumah produksi di Sukawati, Gianyar.

Resep minuman herbal tersebut diakui merupakan resep leluhur yang kemudian dicoba untuk dikembangkan. “Awalnya istri saya hanya membuat untuk menjaga kesehatan keluarga, guna meminimalkan mengkonsumsi obat – obatan kimia. Karena sudah merasakan khasiatnya, baru kami berpikir untuk memproduksi dan memasarkannya,” ungkapnya.

Apalagi dikatakan untuk bahan baku, pihaknya memiliki kebun herbal sehingga tidak kesulitan mencari bahan baku. “Kalau kami kekurangan bahan baku karena orderan banyak, baru kami bekerja sama dengan petani di sekitar rumah. Jadi sekaligus memberdayakan petani di sekitar Sukawati sehingga visinya tidak hanya mengurangi penggunaan obat – obatan kimia tapi juga memberdayakan petani lokal,” tukasnya.

Ia mengaku ingin membantu mengembangkan produk – produk petani lokal. “Jadi petani tidak hanya penjual komoditi pertanian secara mentah, dengan harga murah. Tapi mereka mampu mengolah produk menjadi memiliki nilai ekonomis yang jauh lebih tinggi,” ucapnya.

Dikatakan pihaknya tidak hanya memproduksi minuman herbal, namun juga sabun dan minyak herbal tanpa bahan pengawet dan bahan kimia serta  tentunya memiliki khasiat tersendiri.

Selain dari resep warisan leluhur, juga pengetahuan tentang herbal didapat dari banyak membaca. Pemasaran dikatakan lebih banyak dilakukan melalui online dan promosi dengan mengikuti pameran. “Kedepannya saya berharap bisa menjalin kerja sama dengan pihak hotel. Mungkin minuman herbal ini bisa dijadikan sebagai ‘welcome drink’ dan menjadi ciri khas Bali,” pungkas Trisna. *pur

BAGIKAN