Minimal 5 Persen dari APBD, Gubernur Diminta Naikkan Anggaran Sektor Pertanian

Dikotomi antara sektor pertanian dan pariwisata sudah saatnya dihilangkan dengan cara memacu sektor pertanian tanpa menghilangkan sektor lain termasuk pariwisata yang kini terdampak covid-19.

Rawan Atmaja, Dauh Wijana dan Gunawan. 

Denpasar (bisnisbali.com) –Dikotomi antara sektor pertanian dan pariwisata sudah saatnya dihilangkan dengan cara memacu sektor pertanian tanpa menghilangkan sektor lain termasuk pariwisata yang kini terdampak covid-19. Sektor pertanian dan pariwisata harus seiring dan sejalan serta saling menunjang.

“Kami mendorong Gubernur meningkatkan sektor pertanian dalam struktur ekonomi daerah Bali dengan secara konsisten menaikkan anggaran sektor pertanian sehingga menjadi minimal 5 persen dari APBD Bali,” ujar anggota Fraksi Golkar DPRD Bali, I Wayan Gunawan saat membacakan pandangan umum Fraksi dalam Rapat Paripurna DPRD Bali, Senin (6/7).

Selain itu, lanjut Gunawan, mengembangkan sektor industri pengolahan produk-produk sektor pertanian. Kemudian menumbuhkembangkan enterpreneur, UMKM, dan petani muda keren/petani milenial. Perguruan tinggi negeri dan swasta bisa dilibatkan untuk memberikan pendidikan dan latihan. Kemudian dilakukan pendampingan yang didukung anggaran dari APBD Provinsi Bali.

“Saat ini anggaran untuk sektor pertanian hanya maksimal 1,8 persen. Tidak sampai 2 persen dari total APBD Rp 6 triliun lebih,” imbuhnya.

Tim Ahli Fraksi Golkar DPRD Bali, I Made Dauh Wijana mengatakan, sektor pertanian selama ini seperti “benci dan rindu” dengan sektor pariwisata. Ketika pariwisata maju, pertanian seolah-olah tidak mendapatkan perhatian. Tapi saat pariwisata kini redup, orang berbondong-bondong melirik pertanian.

“Dikotomi antara pertanian dan pariwisata hendaknya dihilangkan. Pariwisata kita tumbuhkembangkan, tetapi pertanian kita pacu seiring seirama sehingga keduanya menggeliat,” ujarnya.

Sekretaris DPD Golkar Bali ini meminta fraksi untuk bergerak meyakinkan eksekutif khususnya Gubernur tentang pentingnya sektor pertanian. Paling tidak dengan menaikkan anggaran sektor pertanian menjadi minimal 5 persen. “Kami berharap banyak peningkatan anggaran itu bisa diwujudkan,” jelas Dauh.

Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali, I Wayan Rawan Atmaja mengatakan, dukungan terhadap sektor pertanian juga merupakan bagian untuk menjaga perekonomian Bali. Mengingat saat ini, pertumbuhan ekonomi Bali minus 1,14 persen dan diperkirakan masih akan turun lagi. Kondisi tersebut akan mempengaruhi stok kebutuhan masyarakat, tingkat tabungan mereka, hingga kemampuan keuangan daerah.

“Oleh karena itu, kami mendorong Gubernur segera mempersiapkan dibukanya kembali kegiatan ekonomi masyarakat tanpa mengurangi ketatnya pelaksanaan protokol dan SOP pencegahan covid-19,” ujarnya. *

BAGIKAN