Minim Pembeli, Pedagang di Tuak Ilang Menyusut

Genap sebulan pascadipindahkan jumlah pedagang eks lapangan Alit Saputra Banjar Dangin Carik (DC) yang berjualan di Terminal Tuak Ilang kian menyusut.

SEPI - Jumlah pedagang dan pembeli di kawasan Terminal Tuak Ilang yang nyaris sepi.

Tabanan (bisnisbali.com) –Genap sebulan pascadipindahkan jumlah pedagang eks lapangan Alit Saputra Banjar Dangin Carik (DC) yang berjualan di Terminal Tuak Ilang kian menyusut. Awalnya, jumlah pedagang di atas mobil mencapai 24, kini hanya 4-5 mobil per hari. Begitu juga dengan jumlah pedagang bukan mobil yang kian menyusut saat ini.

Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabanan Ni Wayan Primayani, Senin (15/6) mengungkapkan, saat ini jumlah pedagang yang berjulan di Terminal Tuak Ilang terus mengalami penurunan dibandingkan awal ketika dipindahkan. Kondisi tersebut, katanya, berbeda dengan jumlah pedagang eks lapangan DC yang dipindahkan ke lokasi Terminal Pesiapan. Jumlahnya cenderung masih stabil.

“Jumlah pedagang berjualan di Terminal Pesiapan ini memang beberapa ada yang tidak rutin atau setiap hari membuka lapak, namun secara keseluruhan jumlahnya masih tetap. Kondisi itu berbeda dengan jumlah pedagang menempati Terminal Tuak Ilang yang jauh berkurang,” tuturnya.

Jelas Primayani, menurunnya jumlah pedagang di Terminal Tuak Ilang ini dipicu oleh minimnya minat konsumen atau pembeli ke pasar tersebut. Sebelumnya, pihaknya sudah menginformasikan kepada pihak desa setempat untuk keberadaan pasar eks lapangan DC yang ditempatkan di Terminal Tuak Ilang dengan berjualan beragam komoditas, namun upaya tersebut tidak berhasil.

Hasilnya, pembeli yang minim tersebut membuat jumlah pedagang yang awalnya tercatat mencapai 24 pedagang di atas mobil dan sekitar 80 pedagang berjualan di pedasaran (lapak). Katanya, kini total jumlah pedagang di kawasan Terminal Tuak Ilang jauh menurun dibandingkan sebelumnya.

“Itu sekaligus membuat pendapatan dari retribusi di Terminal Tuak Ilang yang hanya berkisar Rp 130 ribu-Rp 150 ribu per hari. Dengan perhitungan pedagang bermobil dikenakan Rp 10.000 per sekali berjualan per hari, dan pedagang pedasaran dikenakan retribusi Rp 2.000 per hari,” ujarnya.

Sementara itu, diakuinya, terkait antisipasi penyebaran covid-19 yang kian berpotensi tinggi terjadi di pasar tradisional, salah satunya seperti yang terjadi di Denpasar. Pihaknya mengungkapkan, sebenarnya dengan kebijakan Pemkab Tabanan yang tertuang dalam instruksi Bupati Tabanan sebelumnya sudah mencakup terkait protokol pencegahan covid-19. *man

BAGIKAN