Minim Pasokan, Harga Cabai dan Bawang Merah Meningkat

Hasil survei Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gianyar, harga komoditas bumbu di sejumlah pasar melonjak tajam.

PANTAU - Kadisperindag Kabupaten Gianyar bersama tim memantau harga di pasar.

Gianyar (bisnisbali.com) – Hasil survei Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gianyar, harga komoditas bumbu di sejumlah pasar melonjak tajam. Utamanya cabai, harganya sampai menyentuh angka Rp 85.000 per kilogram akibat hujan dan gagal panen.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar Luh Gede Eka Suary, Kamis (7/1)  kemarin, selain cabai, harga bawang merah juga naik dari Rp 25.000 menjadi Rp 35.000 per kilogram. Penyebab lonjakan harga cabai ini dikarenakan cuaca hujan, sehingga petani cabai mengalami gagal panen.

Dijelaskannya, tingginya harga cabai juga diakibatkan minimnya pasokan dari luar Bali. Seperti pasokan cabai di Kabupaten Gianyar antara lain berasal dari Pulau Jawa dan Lombok. Disperindag Kabupaten Gianyar sudah melakukan pemantauan harga, namun tidak mengadakan operasi pasar. ‘’Disperindag hanya melakukan survei harga. Pemerintah Provinsi Bali juga tidak ada mengagendakan operasi pasar terkait kenaikan harga cabai dan harga bawang,’’ ujarnya.

Terkait minimnya pasokan, diduga karena pengaruh wajib rapid test bagi warga yang masuk Pulau Bali. Akibatnya, pasokan barang dari Jawa dan Lombok menurun sampai 40 persen. Selain itu, petani sayur dan bumbu gagal panen. “Petani di luar Kabupaten Gianyar, seperti Bangli, Tabanan dan Karangasem juga mengalami gagal panen,” jelas Eka Suary.

Faktor lainnya, awak kendaraan yang masuk Bali, baik dari Jawa maupun Lombok diwajibkan memperlihatkan rapid test ketika akan menyeberang. Kondisi ini juga memengaruhi kenaikan harga  mengingat untuk rapid test dikenai biaya sekitar Rp 150.000.

Di sisi lain, mengantisipasi lonjakan harga cabai di musim hujan agak sulit. “Jadi, di sini beralih ke cara mengolah masakan. Khususnya pedagang atau konsumen bisa memakai merica dan cabe bon yang kering ,” tambah Eka Suary. *kup

BAGIKAN