Minim, Minat Nelayan di Tabanan Manfaatkan Asuransi

Sejumlah nelayan di Kabupaten Tabanan masih minim melirik untuk ikut dalam program asuransi yang digulirkan oleh pemerintah pusat

NELAYAN-Salah seorang nelayan sedang memperbaiki perahu yang digunakan untuk mencari ikan.

Tabanan (bisnisbali.com) –Sejumlah nelayan di Kabupaten Tabanan masih minim melirik untuk ikut dalam program asuransi yang digulirkan oleh pemerintah pusat. Itu tercermin sesuai data dari 2016, jumlah nelayan yang polis asuransinya sudah jatuh tempo berjumlah 1684, mereka (nelayan) tak ada yang melanjutkan secara mandiri program tersebut.

“Memang asuransi nelayan ini bila tidak ada musibah, maka nasabah merasa tidak berguna ikut program asuransi tersebut. Padahal makna atau tujuan berasuransi adalah sebagai  pertanggungan dan antisipasi jika mengalami musibah,” tutur Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tabanan A.A. Ngurah Raka Icwara, belum lama ini.

Terangnya, selama ini nelayan di Kabupaten Tabanan banyak yang asuransinya merupakan bantuan dari pusat sudah jatuh tempo, dan tidak melanjutkan lagi untuk ikut. Sebab katanya, untuk program asuransi nelayan ini, pemerintah pusat hanya menanggung atau membiayai mereka (nelayan) pada tahun pertama ikut asuransi, selanjutnya setelah jatuh tempo di tahun pertama dan untuk berlanjut pada tahun ke dua nasabah harus bayar asuransi ini secara mandiri.

“Sebelumnya pada 2018 ada sebanyak 34 nelayan di Tabanan membayar asuransi secara mandiri, hanya saja 2019 sudah berakhir pertanggunganya,” ujarnya.

Jelas Raka, pada 2020 ini Kabupaten Tabanan melalui Dinas Perikanan  dan Kelautan kembali lagi mengajukan 938 nelayan di Tabanan untuk mendapatkan program asuransi nelayan dengan dibiayai oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan, namun sayangnya pengajuan tersebut ternyata dipending lantaran tidak ada alokasi anggaran. Katanya, kegagalan mendapat asuransi nelayan pada tahun ini karena anggaran yang dialokasikan untuk penanganan Covid-19.

“Pengajuan tahun ini sudah dilakukan pada April 2020 lalu untuk dibiayai kementerian tetapi tidak ada alokasi biaya,” kilahnya.

Sambungnya, jumlah nelayan yang diajukan di pada 2020 sesuai dengan hasil seleksi Dinas Perikananan dan Kelautan Tabanan dan sesuai jatah yang diberikan dari pusat. Akuinya, saat ini belum tahu kelanjutannya seperti apa.*man

BAGIKAN