Denpasar (bisnisbali.com) -Pandemi Covid-19 berdampak negatif bagi perekonomian Indonesia, khususnya dunia usaha, sehingga banyak pemberi kerja yang terpaksa harus mem-PHK tenaga kerjanya. Hal tersebut diperkirakan akan berdampak pada peningkatan klaim program Jaminan Hari Tua (JHT) yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek).

Kepala BPJamsostek Cabang Bali Denpasar, Mohamad Irfan mengatakan BPJamsostek telah menyediakan berbagai kanal klaim yang dapat digunakan oleh peserta melalui protokol Layanan Tanpa Kontak Fisik (lapak asik), yang terdiri dari kanal online, offline dan kolektif.
“Kami sudah melaksanakan pelayanan klaim melalui online, one on one dan one to many efektif per 2 juni 2020 dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Rata-rata klaim yang diproses 300 per hari,” katanya.
Sebelumnya Direktur Utama BPJamsostek Agus Susanto mengungkapkan pada awal Juni ini, secara nasional klaim telah mencapai angka di atas 921 ribu kasus dan akan terus meningkat. Namun dirinya menyatakan BPJamsostek telah siap untuk menghadapi gelombang PHK di tengah pandemi ini.
“Protokol lapak asik telah diperkenalkan sejak Maret lalu melalui kanal online antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id, terus disempurnakan. Peserta yang mengalami kesulitan mengakses lapak asik online, dapat dilayani langsung di kantor cabang di seluruh Indonesia, karena memiliki kanal offline, namun dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan,” katanya.
Demi memastikan pelayanan lapak asik offline berjalan dengan baik, Agus melakukan peninjauan langsung ke lapangan bersama dengan pimpinan komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena, dan beserta anggota M. Yahya Zaini, anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Subiyanto Pudin, Indra Budi Sumantoro, dan Paulus Agung Pambudhi, serta perwakilan dari Kemenko PMK pada hari Jum’at di Kantor Cabang BPJamsostek Cikokol, Tangerang.
Agus menyampaikan lapak asik offline ini tetap tidak mempertemukan petugas dan peserta secara langsung. Kantor cabang menyediakan bilik- bilik yang dilengkapi layar monitor yang terhubung dengan petugas secara video conference untuk kebutuhan komunikasi dan verifikasi data. Melalui metode ini, setiap petugas Customer Service Officer (CSO) melayani 4-6 orang sekaligus dalam waktu bersamaan, sehingga metode pelayanan ini disebut “One to Many”.
“Dengan metode One To Many, kemampuan produksi untuk meyelesaikan klaim meningkat lima kali lipat dan phsycial distancing tetap terjaga. Saat ini sudah kita implementasikan hampir di seluruh cabang BPJS Ketenagakerjaan seluruh Indonesia, terutama untuk kantor-kantor yang punya ruang memadai. Untuk kantor-kantor yang kecil masih dilakukan dengan cara one to one tapi tetap memperhatikan physical distancing”, jelas Agus.
Selain itu pihaknya juga memberikan kemudahan klaim bagi peserta melalui kanal lapa asik kolektif. Fasilitas ini ditujukan kepada perusahaan skala besar maupun menengah yang terpaksa melakukan PHK kepada minimal 30 persen tenaga kerjanya. Dengan adanya klaim kolektif ini pihak perusahaan dapat mengakomodir klaim seluruh karyawan yang ter-PHK dengan menunjuk satu orang perwakilan.
Dalam agenda tersebut, Wakil Ketua Komisi IX DRP Melki Laka Lena menghaturkan apresiasinya pada inovasi layanan BPJAMSOSTEK. Menurutnya, tiga kanal pengambilan JHT, termasuk metode “One to Many” bukan hanya memberikan keamanan bagi staf dan peserta, tapi juga membuat proses pencairan dana lebih transparan karena proses verifikasi dapat dipantau dari kantor pusat.
Anggota DJSN Agung Pambudhi juga mengungkapkan kekagumannya. “Setelah melakukan tinjuan ini, saya sangat terkesan dengan para petugas yang memberikan pelayanannya dengan penuh simpati. Selain itu saya juga berharap BPJamsostek terus melakukan peningkatan pelayanan sehingga peserta dapat semakin terbantu,” terangnya.*

BAGIKAN